Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Dan Praktik Aksara Batak Toba Dan Angkola Bagi Siswa Sekolah Menengah

Authors

  • Ramlan Damanik Universitas Sumatera Utara
  • Warisman Sinaga Universitas Sumatera Utara
  • Asriaty R Purba Universitas Sumatera Utara
  • Rozanna Mulyani Universitas Sumatera Utara
  • Torang Naiborhu Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v4i2.921

Keywords:

literasi budaya, aksara batak toba, aksara batak angkola, pelestarian budaya, siswa sekolah menengah

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan untuk memperkuat identitas budaya generasi muda di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba dan Angkola merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan filosofis yang tinggi. Namun, perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan aksara Latin menyebabkan pengetahuan siswa terhadap aksara Batak semakin menurun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi budaya siswa sekolah menengah melalui pembelajaran dan praktik aksara Batak Toba dan Angkola. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi hasil belajar. Kegiatan dilaksanakan pada siswa sekolah menengah dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak serta meningkatnya keterampilan membaca dan menulis aksara Batak Toba dan Angkola. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda. Dengan demikian, pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa melalui pengenalan aksara daerah

References

Sibarani, R. (2014). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kemendikbud. (2021). Panduan Penguatan Literasi Budaya dan Kewargaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Purba, M. (2018). Aksara Batak dan Pelestarian Budaya Lokal. Medan: Penerbit USU Press.

Siahaan, N. (2019). “Pembelajaran Aksara Batak sebagai Upaya Pelestarian Budaya Daerah.” Jurnal Bahasa dan Budaya, 12(2), 115–126.

UNESCO. (2023). Safeguarding Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Damanik, R., Sinaga, W., Purba, A. R., Mulyani, R., & Naiborhu, T. (2026). Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Dan Praktik Aksara Batak Toba Dan Angkola Bagi Siswa Sekolah Menengah . Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 4(2), 732–742. https://doi.org/10.61579/future.v4i2.921