Preservasi Kebaya Tradisional di Era Modernisasi (Studi Kasus Salon Pengantin Yudistira Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember)
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v2i2.98Keywords:
Budaya Pakaian Adat, Kebaya Tradisional, Salon PengantinAbstract
Era modernisasi menjadi era perubahan dan perkembangan dalam segala aspek, salah satunya dalam aspek budaya. Budaya pakaian adat kebaya terutama kebaya tradisional telah mengalami perkembangan, baik dalam penggunaan maupun bentuk asli nya. Macam-macam bentuk kebaya tradisional mencerminkan daerahnya, selain itu, kebaya tradisional juga memiliki makna yang dalam. Perubahan terhadap kebaya dengan adanya moderenisasi, mengakibatkan berkurangnya makna yang terkandung dalam kebaya, juga kesakralan yang mulai menghilang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak modernisasi bagi pemaknaan kebaya tradisional terhadap para remaja. Pemilik Salon Yudistira menjadi subjek dalam penelitian karena merupakan salah satu salon yang menyadari dampak modernisasi bagi kebaya dan berusaha melestarikan kebaya tradisional melalui promosinya secara langsung kepada pelanggannya. Atas usahanya, pemilik Salon Yudistira ini mendapatkan penghargaan atas pelestarian budaya daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara.
References
Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fitria, F., & Wahyuningsih, N. (2019). Kebaya Kontemporer Sebagai Pengikat Antara Tradisi dan Gaya Hidup Masa Kini. Jurnal Seni Rupa, 7(2), 128-138. http://dx.doi.org/10.26742/atrat.v7i2.617
Ihsan, A. (2022). Kritik Fredric Jameson Terhadap Posmodernisme. Jurnal Interaksi Sosiologi, 1(2), 36-48. https://doi.org/10.2504/jis.v1i2.8276
Meifilina, A. (2021). Strategi Komunikasi Pada Komunitas Perempuan “Selaksabaya” Kabupaten Blitar dalam Memperkenalkan Kebaya di Aplikasi Tiktok. Jurnal Communicator Sphere, 1(2), 52-57. https://doi.org/10.55397/cps.v1i2.13
Pasaribu, et al. (2024). Pemanfaatan Fanpage Facebook: Penjahit Kebaya dan Salon di Desa Siopat Sosor Kabupaten Samosir. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 479-486. https://doi.org/10.55681/ejoin.v2i2.2386
Rohmah, D., & Legowo, M. (2022). Fenomena Lunturnya Tradisi Jawa Dalam Bidang Fashion Akibat Modernisasi. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 2(2), 69-74. https://doi.org/10.52436/1.jishi.40
Rosa, D. V., & Prasetyo, H. (2023). Dapatkah Quasi Elit Perempuan Adat Berbicara?. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi, 1(2), 139-143. View of DAPATKAH QUASI ELIT PEREMPUAN ADAT BERBICARA? (portalapssi.id)
Sari, R., & Widiyaningsih, D. S. (2023). Koodja, Ondel-Ondel dan Eksistensi Berkesenian di Jakarta. Dimesia: Jurnal Kajian Sosiologi, 12(02), 214-227. http://dx.doi.org/10.21831/dimensia.v12i2.64412
Trismaya, N. (2018). Kebaya dan Perempuan: Sebuah Narasi Tentang Identitas. Jurnal Seni Rupa Warna (JSRW), 6(2), 151-159. https://doi.org/10.36806/.v6i2.95
Wisnu, W., & Rosa, D. (2021). On Air: Representing Osing Identity in Community Radio. Journal Of Contemporary Sociological Issues, 1(1), 1-16. https://doi.org/10.19184/csi.v1i1.17712.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Gesti Setyo Hadi, Ayu Firza Noviyanti, Alvina Setiyawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











