Hubungan Index Massa Tubuh (IMT) Dengan Tingkat Nyeri Pada Penderita Low Back Pain (LBP) di Poliklinik Saraf RSU Cempaka Lima

Authors

  • Jodi Fahliza Pranata Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama
  • Khattab Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama
  • Rizkidawati Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v4i3.940

Keywords:

Indeks Massa Tubuh, tingkat nyeri, Low Back Pain, Numeric rating scale, Obesitas

Abstract

Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) adalah salah satu gangguan muskuloskeletal yang seringkali terjadi dan berdampak kepada penurunan produktivitas serta kualitas hidup. Salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan LBP adalah peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kelebihan berat badan bisa memberi beban tambahan pada tulang belakang sehingga meningkatkan intensitas nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan tingkat nyeri pada pasien LBP di Poliklinik Saraf RSU Cempaka Lima Banda Aceh. Metode: Penelitian ini melibatkan penggunaan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 123 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan pengukuran IMT dari data rekam medis. Analisis data dijalankan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (69,9%) dan usia terbanyak berada pada kelompok 55–65 tahun (35,8%). Tingkat nyeri terbanyak berada pada kategori nyeri berat (50,4%), dan sebagian besar responden memiliki status gizi obesitas (43,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan tingkat nyeri (p = 0,01; r = 0,321).

References

Adhi, Y. A., Tandiyo, D. K., & Wiyono, N. (2023). Hubungan antara rasio lingkar pinggang dan panggul dengan derajat nyeri pada pasien low back pain di RS UNS. Plexus Medical Journal, 2(4), 131–139.

Agustina, S., & Khie Khiong, T. (2023). Low back pain ditinjau dari teori medis Barat dan TCM. Journal of Comprehensive Science, 2(4), 971–980.

Cantika, S. R. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat nyeri pada penderita low back pain (LBP) di RSUD Meuraxa. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 145–149.

Farhan, D. M., Setiapriagung, D., & Yuniarti. (2023). Hubungan antara IMT dengan keluhan lower back pain pada mahasiswa FK Unisba. Bandung Conference Series: Medical Science, 3(1), 467–472.

Maulana, R. S., Mutiawati, E., & Azmunir. (2016). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat nyeri pada penderita low back pain (LBP) di Poliklinik Saraf RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Biomedis, 1(4), 1–6.

Rahmawati, A. (2021). Risk factor of low back pain. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 402–406.

Rasmi, R. I. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian low back pain (LBP) pada petani di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 1716–1721.

Rasyid, M. F. A. (2021). Pengaruh asupan kalsium terhadap indeks massa tubuh (IMT). Jurnal Medika Hutama, 2(4), 1094–1099.

Reza Rizki, M., Fazlylawati, E., & Saputra, M. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan keluhan nyeri pada pasien low back pain di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh, Indonesia. Teewan Journal Solution, 1(3), 83–87.

Sahara, R., & Pristya, T. Y. (2020). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian low back pain (LBP) pada pekerja: Literature review. Jurnal Ilmu Kesehatan, 19(3), 92–99.

Sari, R. P., Hargiani, F. X., Kusuma, W. T., & Halimah, N. (2022). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan risiko low back pain pada pasien di Klinik Fisioterapi Singgasana Rama Blitar. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(1), 37–40

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Pranata, J. F., Khattab, & Rizkidawati. (2026). Hubungan Index Massa Tubuh (IMT) Dengan Tingkat Nyeri Pada Penderita Low Back Pain (LBP) di Poliklinik Saraf RSU Cempaka Lima. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 4(3), 1314–1323. https://doi.org/10.61579/future.v4i3.940