Fungsi Bahasa Gaul “Cuy” dan “Bestie” Sebagai Penanda Solidaritas Kelompok di Grup Whatsapp Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam

Authors

  • Sri Hertimi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia
  • Putri Nurasipah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia
  • Raka Okus Daya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia
  • Riani Maryanti Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia
  • Gita Amelia Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia
  • Atina Sabila Khodijah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia
  • Nyimas Karmila Mauza Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Kota Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v4i2.935

Keywords:

bahasa gaul, cuy, bestie, solidaritas kelompok, WhatsApp

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah memengaruhi pola komunikasi masyarakat, termasuk penggunaan bahasa gaul di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa gaul “cuy” dan “bestie”, menjelaskan fungsinya dalam komunikasi kelompok, serta menganalisis perannya sebagai penanda solidaritas kelompok di grup WhatsApp mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai jurnal, buku, dan literatur ilmiah yang membahas bahasa gaul, komunikasi digital, media sosial, dan solidaritas sosial. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah “cuy” dan “bestie” digunakan sebagai bentuk sapaan nonkekerabatan yang menciptakan suasana akrab, santai, dan egaliter dalam komunikasi kelompok. Penggunaan kedua istilah tersebut berfungsi mempererat hubungan sosial, membangun identitas kelompok, dan memperkuat solidaritas antaranggota. Dengan demikian, bahasa gaul menjadi salah satu unsur penting dalam pembentukan kebersamaan dan kohesi sosial dalam komunikasi digital mahasiswa.

References

Adlini, M. N., dkk. (2022). [Lengkapi sesuai sumber asli yang digunakan dalam artikel].

Ayuningtyas, E. C., Rahmayantis, M. D., & Sasongko, S. D. (2022). Variasi kata sapaan dalam akun Twitter @Schfess. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 6(2), 23–36. https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19120

Benu, Y. N. (2024). Upaya rekonstruksi solidaritas di era digital berdasarkan Yohanes 13:34. Sanctum Domine: Jurnal Teologi, 14(1), 21–44. https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i1.262

Darna, C. A., Akhyaruddin, & Yusra, H. (2025). Bentuk, makna, dan fungsi bahasa gaul remaja Desa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 7(2).

Darna, C. A., Akhyaruddin, & Yusra, H. (n.d.). The form, meaning, and function of youth slang in Mekar Jaya Village, Sungai Gelam District, Muaro Jambi Regency (Bentuk, makna, dan fungsi bahasa gaul remaja Desa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi). Universitas Jambi.

Fadillah, H., & Ananda, A. R. (2024). WhatsApp sebagai media komunikasi mahasiswa rantau Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 4(2), 228–237.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Fitriyanti, dkk. (2025). [Lengkapi sesuai sumber asli yang disitasi dalam artikel.]

Iswatiningsih, D., Fauzan, & Pangesti, F. (2021). Ekspresi remaja milenial melalui penggunaan bahasa gaul di media sosial (Millennial youth expression through the use of slang on social media). KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 476–489. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.18301

Linarsih, Y., Kusyairi, & Khoiri. (2025). Ragam bahasa gaul pada media sosial: Analisis sosiolinguistik terhadap identitas Generasi Z. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 1085–1094.

Meilani, D., Tamara, L., Dewi, K., Lestari, R. R. T., & Mahmuda, R. I. (n.d.). Pengaruh bahasa gaul terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku remaja: Telaah ketika santuy mengikis santun. Universitas Galuh.

Ndraha, A. J., Siregar, S. R., Siahaan, S. M., Siregar, S. P., & Daulay, M. A. J. (2026). Analisis penggunaan bahasa nonformal sebagai variasi sosial oleh mahasiswa FIS Unimed dalam pembelajaran sosiolinguistik. Indo Green Journal, 4(2), 471–480. https://idngreen.com/index.php/green

Ningsih, F. W., & Dyatmika, T. (2021). Pengembangan potensi sumber daya manusia melalui teknologi komunikasi media sosial di era milenial Desa Kampil. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 2(4), 313–320. http://dx.doi.org/10.36596/jpkmi.v2i4.225

Nurjamilah, Murny, Husniati, N., & Bik, M. T. N. (2025). Dinamika bahasa dalam media sosial: Pengaruh platform digital terhadap gaya berbahasa pengguna. Edusola: Journal Education, Sociology and Law, 1(1). https://publisherqu.com/index.php/edusola

Pasaribu, Y. S., Togatorop, M. N., Torong, Y. A. B., Aprilia, N. D., & Sitohang, S. V. (2026). Dinamika penggunaan bahasa gaul dalam interaksi sosial remaja di era komunikasi modern. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 3(4), 491–499. https://doi.org/10.61722/jinu.v3i4.10333

Priscilia, A., Kusmana, A., Bambang, S. E. M., & Purba, A. (2025). Pengaruh penggunaan bahasa gaul pada media sosial terhadap penggunaan bahasa Indonesia dalam konteks akademik di kalangan mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1903–1915.

Putri, I. T., & Sofyaningrum, R. (2024). Pemaknaan dan penggunaan bahasa gaul oleh Gen Alpha dalam komunikasi online di era Society 5.0. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(4), 871–880.

Rahmah, L. N., Oktafiani, D., & Arti, S. (2025). Peran bahasa dalam membangun solidaritas komunitas online Indonesia. Jurnal Dinamika Sosial dan Sains, 2(5).

Rozak, R. W. A. (2023). Analisis media sosial sebagai sumber referensi bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari oleh mahasiswa. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 78–85.

Shofiyullah, H., Mahmudi, M., & El Rizaq, A. D. B. (2025). Peran majelis dalam membentuk solidaritas sosial: Studi perspektif Emile Durkheim. Dialektika: Jurnal Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/DT

Sugiarti, G. (2022). Fenomena bahasa gaul "bestie" dan eksistensi bahasa Indonesia di kalangan remaja. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 1(4), 104–114.

Tsabita, P. A. (2025). Efektivitas bahasa gaul dalam dakwah di kalangan mahasiswa KPI 2023, Universitas Islam Bandung. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 3(1), 195–202. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v3i1.1537

Wati, L. L., & Arifianti, I. (2025). Integrasi bahasa dalam debat capres 2024: Kajian sosiolinguistik. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pekalongan

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Hertimi , S., Nurasipah, P., Daya, R. O., Maryanti , R., Amelia , G., Khodijah , A. S., & Mauza , N. K. (2026). Fungsi Bahasa Gaul “Cuy” dan “Bestie” Sebagai Penanda Solidaritas Kelompok di Grup Whatsapp Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam . Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 4(2), 990–1002. https://doi.org/10.61579/future.v4i2.935