Penguatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Aksara Batak Toba Berbasis Praktik Interaktif Bagi Siswa Sekolah Dasar di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v4i2.923Keywords:
literasi budaya, aksara batak toba, pembelajaran interaktif, siswa sekolah dasar, pelestarian budayaAbstract
Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar untuk memperkuat identitas budaya peserta didik di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi digital. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba merupakan sistem tulisan tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan budaya yang tinggi. Namun, pengetahuan generasi muda terhadap aksara Batak semakin menurun akibat dominasi penggunaan aksara Latin dan terbatasnya pembelajaran budaya lokal di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi budaya siswa melalui pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik terbimbing, permainan edukatif, dan evaluasi pembelajaran. Kegiatan melibatkan siswa sekolah dasar sebagai peserta dengan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak Toba. Siswa mampu mengenali huruf dasar, menuliskan nama sendiri, membaca kata sederhana, serta menunjukkan sikap positif terhadap pelestarian budaya daerah. Metode pembelajaran interaktif terbukti mampu meningkatkan partisipasi, antusiasme, dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif efektif dalam memperkuat literasi budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran pelestarian warisan budaya lokal pada siswa sekolah dasar.
References
Ahyar, J. (2020). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal. Yogyakarta: Deepublish.
Kemendikbud. (2017). Gerakan Literasi Nasional: Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyasa. (2021). Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sibarani, R. (2018). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Simanjuntak, B. A. (2017). Konsepku Membangun Bangso Batak. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
UNESCO. (2021). Intangible Cultural Heritage and Education. Paris: UNESCO Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tomson Sibarani, Herlina, Jekmen Sinulingga, Flansius Tampubolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











