Penerapan Prinsip Perfomace-Based Smart Building Pada Revitalisasi Desain Ruang Kantor Indihome Unit Rungkut
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v4i3.922Keywords:
Smart Building, kantor Cerdas, efisiensi energi bangunan, Internet of Things (IoT), sistem bangunan terintegrasiAbstract
Perkembangan teknologi informasi serta meningkatnya kompleksitas aktivitas kerja menuntut adanya bangunan yang mampu beradaptasi secara efisien dan terintegrasi. Konsep smart building hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan ruang, serta kesesuaian fungsi bangunan dengan kebutuhan pengguna melalui penerapan sensor, Internet of Things (IoT), dan sistem kontrol terpusat. Namun, hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa ruang kerja lantai 2 Kantor IndiHome Unit Rungkut belum menerapkan prinsip-prinsip smart building, khususnya pada aspek interior. Hal ini terlihat dari pengoperasian fasilitas yang masih manual, rendahnya pemanfaatan pencahayaan alami, serta minimnya responsivitas ruang terhadap aktivitas pengguna. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting interior bangunan terhadap empat prinsip smart building yaitu efficiency, effectiveness, ease, dan advanced technology. Analisis difokuskan pada elemen interior seperti tata ruang, pencahayaan, penghawaan, material, serta sistem pengendalian ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interior bangunan belum memenuhi keempat prinsip tersebut. Dari aspek efficiency, ditemukan ketidaksesuaian tata ruang, rendahnya pemanfaatan pencahayaan alami, serta belum diterapkannya teknologi hemat energi pada sistem interior. Aspek effectiveness menunjukkan bahwa ruang interior kurang fleksibel dan belum mampu menyesuaikan diri dengan perubahan aktivitas dan kondisi lingkungan. Prinsip ease belum terpenuhi akibat adanya kerusakan elemen interior, ketiadaan strategi desain pasif, serta minimnya penerapan konsep keberlanjutan. Sementara itu, prinsip advanced technology belum terimplementasi karena tidak ditemukan penggunaan sensor, sistem otomatisasi, maupun sistem manajemen bangunan berbasis teknologi digital. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya perancangan ulang interior dan pemutakhiran sistem bangunan untuk mendukung penerapan konsep smart building yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna ruang.
References
A. D. Ariyadi, H. Z. Zahro, and J. D. Irawan, “Prototype Penerapan Smart Building Berbasis Internet of Thing,” JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), vol. 7, no. 1, pp. 797-804, 2023.
Adhicandra, “Studi Kasus Tentang Penggunaan Teknologi Internet of Things (IoT) Dalam Meningkatkan Efisiensi Energi di Bangunan Pintar,” EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi, vol. 11, no. 3, 2024.
A. Cibinskiene, D. Dumciuviene, and M. Andrijauskiene, “Energy Consumption in Public Buildings: The Determinants of Occupants’ Behavior,” Energies, vol. 13, no. 14, 2020.
J. King and C. Perry, “Smart Buildings: Using Smart Technology to Save Energy in Existing Buildings,” 2017.
D. Nafindro Nugroho, R. Nugroho, and D. S. Pradnya P, “Penerapan Prinsip Performance-Based Smart Building pada Perencanaan Sekolah Tinggi Multimedia Surakarta,” SENTHONG, vol. 1, no. 1, 2020.
N. N. Septiana and Z. Khoiriyah, “Metode Penelitian Studi Kasus dalam Pendekatan Kualitatif,” Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, vol. 10, no. 4, pp. 233-243, 2024.
M. Wigginton and J. Harris, Intelligent Skins. Architectural Press, 2002.
K. Yan, X. Zhou, and B. Yang, “AI and IoT Applications of Smart Buildings and Smart Environment Design, Construction and Maintenance,” Building and Environment, 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mohammad Arsal Alvino Suharyono, Astrini Hadina Hasya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











