Analisis Terminasi Parsial Beasiswa Pemuda Tangguh Pada Siswa SMA Negeri 21 Surabaya

Authors

  • Tania Zahra Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya
  • Naula Mumtaza Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya
  • Arum Hayu Rengga Puspita Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v4i3.906

Keywords:

Terminasi Parsial, Beasiswa Pemuda Tangguh, Kebijakan Pendidikan, Geva-May, SMA Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses terminasi parsial Program Beasiswa Pemuda Tangguh pada siswa SMA Negeri di Kota Surabaya dengan fokus pada SMAN 21 Surabaya. Perubahan kebijakan melalui Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025 mengubah skema bantuan yang sebelumnya berupa uang tunai sebesar Rp200.000 per bulan menjadi bantuan non-tunai berupa seragam dan sepatu bagi siswa SMA negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang terdiri atas satu staf Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Surabaya dan enam siswa SMAN 21 Surabaya. Analisis dilakukan menggunakan lima indikator Teori Terminasi Parsial Geva-May, yaitu perubahan administrasi atau pemerintahan, delegitimasi matriks ideologis, kekhawatiran terhadap inefisiensi dan inefektivitas, munculnya jendela peluang, serta periode turbulensi atau krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan skema bantuan merupakan bentuk terminasi parsial yang dipengaruhi oleh evaluasi pemerintah terhadap penggunaan bantuan tunai yang dinilai belum sepenuhnya efektif, perubahan orientasi distribusi bantuan, serta tersedianya skema bantuan pendidikan alternatif yang lebih terkontrol. Namun, perubahan tersebut belum disertai sosialisasi dan masa transisi yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan kecemasan bagi penerima manfaat serta berpotensi meningkatkan beban ekonomi siswa dari keluarga kurang mampu di tengah kenaikan biaya hidup. Penelitian ini menegaskan bahwa terminasi parsial kebijakan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan efisiensi administratif, tetapi juga perlu mempertimbangkan kecukupan bantuan, kesiapan penerima manfaat, dan keberlanjutan akses pendidikan.

References

Baird, S., Ferreira, F. H. G., Özler, B., & Woolcock, M. (2013). Relative effectiveness of conditional and unconditional cash transfers for schooling outcomes in developing countries: A systematic review. Campbell Systematic Reviews, 9(1), 1–124. https://doi.org/10.4073/csr.2013.8

Bardach, E. (1976). Policy termination as a political process. Policy Sciences, 7(2), 123–131. https://doi.org/10.1007/BF00143910

Chong, Z. Z., & Lau, S. Y. (2025). Unconditional cash transfers and child schooling: A meta-analysis. Empirical Economics, 68(2).

Dimmera, B. E. (2020). Pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi kemajuan daerah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1), 1–12.

Dunn, W. N. (2003). Pengantar analisis kebijakan publik (Edisi kedua). Gadjah Mada University Press.

Edo, S. R., & Yasin, M. (2024). Hambatan ekonomi keluarga dan ketimpangan akses pendidikan menengah di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Pendidikan, 3(1), 44–58.

Firdaus, A., & Widiyarta, A. (2024). Implementasi Program Beasiswa Pemuda Tangguh dalam meningkatkan akses pendidikan bagi siswa kurang mampu di Kota Surabaya. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 78–94.

Geva-May, I. (2004). Riding the wave of opportunity: Termination in public policy. Journal of Public Administration Research and Theory, 14(3), 309–333. https://doi.org/10.1093/jopart/muh020

Haidir, A., & Setyari, N. P. W. (2019). Ketimpangan akses pendidikan dan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 27(2), 89–102.

Kaur, K., et al. (2023). Cash transfers and human capital outcomes of children in low- and middle-income countries: A systematic review using PRISMA. Heliyon, 9(4), e14758.

Kingdon, J. W. (1995). Agendas, alternatives, and public policies (2nd ed.). HarperCollins.

Ningsih, R. (2024). Efektivitas program beasiswa dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan pada kelompok rentan. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 9(2), 115–130.

Novalia, R., Handoko, B., & Indartuti, E. (2024). Koordinasi kelembagaan dan mekanisme administrasi dalam implementasi Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 21(1), 55–72.

Ramadhan, F., & Qatrunnada, A. (2025). Ketimpangan ekonomi dan angka putus sekolah di Indonesia: Analisis hubungan dan implikasi kebijakan. Jurnal Pendidikan dan Kebijakan Sosial, 4(1), 22–38.

Salam, A., & Arif, M. (2024). Dinamika kebijakan dan keterbatasan anggaran dalam implementasi program beasiswa daerah: Studi kasus Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya. Jurnal Administrasi Pemerintahan, 8(2), 101–118.

Sidauruk, R., Manurung, H., & Situmorang, J. (2021). Kesenjangan akses pendidikan dan upaya pemerataan di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(1), 33–47.

Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian. Pustaka Baru Press.

Widyantoko, A. (2020). Relevansi pemikiran John Dewey tentang pendidikan sebagai proses sosial dalam konteks pendidikan Indonesia. Jurnal Filsafat Pendidikan, 4(2), 67–81

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Zahra, T., Mumtaza, N., & Puspita, A. H. R. (2026). Analisis Terminasi Parsial Beasiswa Pemuda Tangguh Pada Siswa SMA Negeri 21 Surabaya . Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 4(3), 1345–1362. https://doi.org/10.61579/future.v4i3.906