Nilai-Nilai Religius Tasawuf dalam Metode Tarekat (Studi atas Praktik Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof. Dr. H. SS. Kadirun Yahya. M.A.)

Authors

  • Budi Hermanto Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Siti Latifah Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v4i2.863

Keywords:

Nilai Religius, Tasawuf, Metode Tareqat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai religius tasawuf yang termanifestasi dalam praktik metode tarekat, khususnya Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof.Dr.H.SS.Kadirun Yahya MA di Medan. Tasawuf sebagai dimensi esoteris Islam menekankan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Proses ini memerlukan metode (thariqah) yang terstruktur dan terarah, yang diwujudkan dalam institusi tarekat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Mursyid, Guru Pembimbing, dan para santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tarekat mengandung nilai-nilai religius yang mendalam, yang terklasifikasi menjadi: (1) Nilai Ketauhidan (Mengesakan Allah), (2) Nilai Disiplin Spiritual (Mujahadah dan Riyadhah), (3) Nilai Akhlakul Karimah (Penyempurnaan Akhlak), (4) Nilai Komunal dan Sosial (Ukhuwwah Islamiyah), dan (5) Nilai Ketaatan dan Kepatuhan Spiritual (Ittiba' al-Mursyid). Nilai-nilai ini tidak hanya bersifat individual tetapi juga membentuk komunitas spiritual yang kokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode tarekat berfungsi sebagai kendaraan efektif untuk internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai religius tasawuf dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencapai ma‟rifatullah dan keridhaan-Nya.

References

Al Farisi, M. A. (2024). Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Al-Aminiyah di Paciran. Spiritualita, 8(1), 47–63. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v8i1.1179

Dahlan, Z. (2020). Ulama Tasawuf di Sumatera Timur Abad XIX dan XX: Menyingkap Jejak Tradisi Intelektual Syekh H. Abdul Wahab Rokan (1811-1926) dan Prof. Dr. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya (1917-2001). Ansiru Pai: Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 4(2), 1–25. https://doi.org/10.30821/ANSIRU.V4I2.8123

Damis, R., Nurbaethy, A., Arsyad, A., Matsyah, A., & Lahmuddin, F. (2025). Gender, Sufism, and Qur’anic Exegesis: Perceptions of Women’s Leadership within Sufi Orders in South Sulawesi. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 9(1), 83–106. https://doi.org/10.22373/SJHK.V9I1.26145

Fitri, S. A., & Suriani, S. (2023). Peranan Syekh Abdul Latif Syakur dalam Membangun Kesadaran Pendidikan di Balai Gurah, 1902-1963. Warisan: Journal of History and Cultural Heritage, 3(3), 93–99. https://doi.org/10.34007/warisan.v3i3.1654

Gazali, G., & Efendi, E. (2023). Urban Sufisme Eksistensi Tasawuf di Perkotaan. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 27(1), 49–56. https://doi.org/10.37108/tabuah.v27i1.951

Harahap, F. M. A., & Latifa, S. (2025). Tarekat in the Wave of Modernization: Emotional Maturity Amidst an Abundance of Information, Surau Muhammadil Amin Rawang Malaysia. International Conference Global Islamic Education, 29–34. https://proceeding.pancabudi.ac.id/index.php/GIE/article/view/373

Harahap, J. (2024). Peran Pondok Persulukan Babussalam Baru Sei Titi An-Nur dalam Membangun Akhlakul Karimah Masyarakat Desa Huta Baru Kecamatan Simangambat Padang Lawas Utara. Al-Hikmah: Jurnal Theosofi Dan Peradaban Islam, 6(2), 1–10. https://doi.org/10.51900/ALHIKMAH.V6I2.23849

Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Application of the Case Study Method in Qualitative Research . Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), 462–469. http://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/6872

Illahiyah, S. D., & Rohmah, N. B. (2024). Kiai Ageng H. Abdurrahman Tegalrejo: Islamisasi dan Penyebaran Tarekat Syattariyah di Tegalrejo, Magetan Pra-Pasca Perang Jawa (1820-1875 M). Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities, 5(2), 71–91. https://doi.org/10.22515/isnad.v5i02.9547

Imran, Z. (2022). Analysis of Efforts to Apply the Order to the Work Ethic of Naqsyabandiyah Khalidiyah Order Practitioners at Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Proceeding International Seminar and Conference on Islamic Studies (ISCIS), 1(1), 1–10. https://doi.org/10.47006/ISCIS.V1I1.16708

Irbah, A. N., Lestari, M. P., Riallen, N. O., Annisa, N. P., & Cahyani, I. G. (2025). Peran Gerakan Ratib Saman sebagai Zikir Tarekat dalam Meningkatkan Motivasi Penguatan Ibadah Jamaah. Proceeding Conference on Da’wah and Communication Studies, 591–603. https://doi.org/10.61994/cdcs.v4i.326

Iskandar, I. (2025). Religiusitas Tarekat Sebagai Suatu Pendekatan Keshalehan. Islamica : Journal of Islamic Education Research, 1(2), 57–72. http://jurnal.stainusantara.ac.id/index.php/islamica/article/view/349

Latifah, S., Abrianto, D., & Imran, Z. (2022). Nilai-Nilai Filosofis dalam Guro-Guro Aron pada Masyarakat Suku Karo Desa Lau Gumba Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(9), 1–10. https://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/8217

Lubis, S. (2018). Tharekat Naqsabandiyah Kholidiyah Saidi Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, MA di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.46576/ALMUFIDA.V3I1.93

Nasution, M. R., Sumanti, S. T., & Muchsin, K. (2022). Peran Syekh Abdul Halim Khatib dalam Penyebaran Islam di Mandailing Natal, 1906-1991. Local History & Heritage, 2(2), 73–80. https://doi.org/10.57251/lhh.v2i2.583

Nur, F. M. (2023). Kontroversi Jazbah dan Suluk dalam Tarekat Al-Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(1), 66. https://doi.org/10.22373/arj.v3i1.15243

Ramadhan, F., Fatmawati, P. Y., Handayani, R. E., & Lestari, Y. D. (2022). Tasawuf Wahdat Al-Wujud (Wujudiyah) Syekh Syamsuddin As-Sumatrani: Tarekat, Ajaran dan Amalan di Sumatera Barat Pada Abad Ke-16 dan 17 Masehi. Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 1(3), 135–143. https://jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/HIJ/article/view/912

Reduan, K. A. Bin, Kuncoro, D., & Supriati. (2024). The Development of the Naqshbandiyah Order Led by Prof. Dr. H. Sayyidi Sheikh Kadirun Yahya in Malaysia. International Conference Epicentrum of Economic Global Framework, 475–481. https://proceeding.pancabudi.ac.id/index.php/ICEEGLOF/article/view/89

Sakdiah, S., Sazali, H., & Purwaningtyas, F. (2021). Pondok Persulukan Syekh Sulaiman Lubis al-Kholidy: Penggagas Tarekat dan Nasionalisme di Desa Hutapungkut, Mandailing Natal. Warisan: Journal of History and Cultural Heritage, 2(2), 53–41. https://doi.org/10.34007/warisan.v2i2.892

Selvia, A., Yulianti, E., Wulandari, F. S., & Fadhilah, M. A. (2022). Praktek Suluk pada Ajaran Tarekat Naqshabandiyah Tahun 1905-2020 di Sumatera Barat (Studi Kasus: Kota Padang Tahun 1905-2020). Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 1(3), 121–127. https://doi.org/10.57251/hij.v1i3.910

Siregar, M., & Ardiansyah, A. F. (2025). Tarekat dan Politik: Studi tentang Relasi Sosial-Politik di Tanah Tapanuli. Moderate El Siyasi: Jurnal Pemikiran Politik Islam, 3(2), 60–76. https://doi.org/10.30821/MODERATEEL-SIYAS.V3I2.23437

Syarifuddin, S., Malik, M., & Kamil, M. (2022). Zikir Tariqah Naqsabandiyah dalam Membentuk Karakter pada Jamaah Pondok Parsulukan Baitul Jafar Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak. Warta Dharmawangsa, 16(4), 780–798. https://doi.org/10.46576/wdw.v16i4.2434

Wahyudhi, J. (2024). Islam dan Gerakan Sosial: Studi atas Resistensi Guru Tarekat Menghadapi Pemerintah Hindia Belanda di Jawa Timur pada Akhir Abad XIX-Awal Abad XX. Jurnal Sejarah Indonesia, 7(1), 31–42. https://doi.org/10.62924/jsi.v7i1.33011

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Hermanto, B., & Latifah, S. (2026). Nilai-Nilai Religius Tasawuf dalam Metode Tarekat (Studi atas Praktik Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof. Dr. H. SS. Kadirun Yahya. M.A.). Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 4(2), 624–634. https://doi.org/10.61579/future.v4i2.863