Analisis Dampak Pembangunan Tanggul Laut terhadap Lingkungan dan Sosial di Wilayah Pesisir Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v4i2.800Keywords:
Abrasi Pantai, Tanggul Laut, Kerentanan Pesisir, Dampak Sosial, Pengelolaan PesisirAbstract
Wilayah pesisir Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mengalami abrasi pantai yang semakin intensif sebagai akibat interaksi antara dinamika alam dan tekanan antropogenik. Kondisi ini mendorong pembangunan tanggul laut sebagai upaya mitigasi struktural, namun dampak lingkungan dan sosial dari infrastruktur tersebut masih memerlukan evaluasi komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan tanggul laut terhadap lingkungan pesisir dan kondisi sosial masyarakat serta menilai tingkat kerentanan wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif-analitik. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 51 responden masyarakat pesisir, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis kerentanan dilakukan menggunakan Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan mengintegrasikan parameter biofisik dan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan nilai CVI sebesar 4,25 yang termasuk kategori kerentanan tinggi, dipengaruhi oleh kemiringan pantai yang sangat landai, substrat pasir halus–lumpur, minimnya vegetasi pelindung pantai, serta tingginya ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap sumber daya pesisir. Secara sosial, lebih dari 70% responden menyatakan bahwa tanggul laut memberikan manfaat perlindungan terhadap permukiman dan lahan usaha serta meningkatkan rasa aman. Namun, temuan kualitatif menunjukkan adanya perubahan akses nelayan ke laut, penurunan fungsi pantai sebagai ruang sosial, dan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanggul laut efektif sebagai perlindungan jangka pendek, tetapi perlu dikombinasikan dengan solusi berbasis ekosistem dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.
References
Adger, W.N., Quinn, T., Lorenzoni, I., Murphy, C. & Sweeney, J. (2018) Changing social contracts in climate-change adaptation. Nature Climate Change, 8(1), 12–14.
Bappenas (2021) Rencana Nasional Adaptasi Perubahan Iklim. Jakarta: Bappenas.
Barbier, E.B. et al. (2018) The value of estuarine and coastal ecosystem services. Ecological Monographs, 88(2), 179–212.
Brown, S. & Johnson, D. (2018) Sea-level rise and the effectiveness of coastal structures. Journal of Coastal Research, 34(3), 627–635.
Garcia, M., Rojas, C. & Torres, M. (2019) Participatory approaches to coastal risk management. Sustainability, 11(20), 5693.
Gornitz, V. (1991) Global coastal hazards from future sea level rise. Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology, 89, 379–398.
IPCC (2021) Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Cambridge: Cambridge University Press.
Lazuardi, F. & Wahyuni, R. (2020) Analisis abrasi pantai di pesisir Lampung. Jurnal Geografi Tropis, 8(1), 15–25.
Ningsih, S., Zulfikar, A. & Mahfud, H. (2023) Laju abrasi pantai di Kecamatan Jeumpa. Jurnal Geomatika, 19(1), 18–27.
Nugroho, A. & Dewi, P. (2023) Manajemen risiko partisipatif dalam mitigasi abrasi. Jurnal Manajemen Bencana Indonesia, 7(1), 50–61.
Prasetya, M., Wulandari, E. & Fitria, D. (2021) Model spasial kerentanan pesisir di Sumatera. Jurnal Geografi, 18(2), 77–89.
Rahman, A. et al. (2021) Sedimentasi muara akibat infrastruktur pesisir. Jurnal Kelautan Nasional, 16(3), 221–234.
Rudianto, A. & Lestari, R. (2022) Infrastruktur hijau vs tanggul laut. Jurnal Lingkungan Tropis, 14(1), 55–66.
Salim, R. & Chairani, R. (2024) Hilangnya ruang sosial akibat pembangunan tanggul laut. Jurnal Antropologi Maritim, 5(1), 10–21.
Setiadi, I. & Harahap, A. (2021) Kerentanan sosial masyarakat pesisir. Jurnal Sosial Humaniora, 13(3), 65–75.
Setiawan, A. et al. (2021) Evaluasi efektivitas tanggul pantai. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 12(1), 17–26.
Sunaryo, S. & Nugraha, R. (2020) Manajemen risiko lingkungan pesisir. Jurnal Perencanaan Wilayah, 11(2), 45–59.
Temmerman, S. & Kirwan, M.L. (2015) Building land with a rising sea. Science, 349(6248), 588–589.
Wong, P.P. et al. (2018) Coastal systems and low-lying areas. Climate Change Impacts, Adaptation and Vulnerability.
Zhang, K. et al. (2019) Impact of coastal protection structures. Marine Policy, 108, 103614.
Zulkarnain, M. et al. (2022) Dampak pembangunan tanggul laut di Bireuen. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 10(1), 78–89.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Teuku Ronni Saputra, Cut Azizah, Halus Satriawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











