Hubungan Konsumsi Jajanan Kantin Sekolah Dengan Status Gizi Siswa dan Tingkat Kebutuhan Kalori Harian Sekolah Dasar Abulyatama
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v3i4.786Keywords:
Jajanan, Status Gizi, Kebutuhan KaloriAbstract
Konsumsi jajanan di kantin sekolah yang kurang sehat dapat memengaruhi status gizi dan kebutuhan kalori harian siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi jajanan kantin sekolah dengan status gizi dan tingkat kebutuhan kalori harian siswa Sekolah Dasar Abulyatama. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 50 siswa kelas V dan VI di SD Abulyatama yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara food recall 24 jam, pengukuran antropometri (IMT/U), serta perhitungan kebutuhan kalori menggunakan rumus Harris-Benedict. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 34% siswa memiliki konsumsi jajanan tinggi, 24% berstatus gizi lebih, dan 14% memiliki kebutuhan kalori tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi jajanan kantin dengan status gizi (p = 0,026) dan kebutuhan kalori harian (p = 0,034). Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara konsumsi jajanan kantin sekolah dengan status gizi dan tingkat kebutuhan kalori harian siswa. Konsumsi jajanan tinggi cenderung meningkatkan risiko gizi lebih dan kebutuhan kalori yang lebih tinggi.
References
Alfianty, D., Zakiyah, R., & Sulistyowati, E. (2021). Position and work duration as risk factors for neck and shoulder pain among home tailors in Malang City. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1–10.
Amir, T. L., Kartika, E. D., & Priatna, H. (2021). Hubungan masa kerja terhadap keluhan shoulder pain pada fisioterapis di Kota Bandung. Jurnal Ilmiah Fisioterapi, 4(2), 35–40.
Girgus, J. S., Yang, K., & Ferri, C. (2017). The gender difference in depression: Are elderly women at greater risk for depression than elderly men? Geriatrics, 2(4), 35. https://doi.org/10.3390/geriatrics2040035
Patandung, L. N., & Widowati, E. (2022). Indeks massa tubuh, kelelahan kerja, dan beban kerja fisik dengan keluhan gangguan muskuloskeletal. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 6(1), 126–135.
Putri, R. O., Jayanti, S., & Kurniawan, B. (2021). Hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan nyeri otot pada pekerja pabrik tahu X di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(6), 733–740.
Reppi, G. C., Suoth, L. F., & Kandou, G. D. (2019). Hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja industri pembuatan mebel kayu di Desa Leilem Satu. Medical Scope Journal, 1(1), 21–25. https://doi.org/10.35790/msj.1.1.2019.26629
Shalihah, F., Munawaroh, S., Ghozali, D. A., & Hastami, Y. (2024). Hubungan postur kerja dengan kejadian nyeri bahu pada pekerja konveksi. Jurnal Kesehatan Kerja, 7(2).
Simarmata, M. R., Wahyuni, I., & Ekawati. (2020). Indeks massa tubuh, durasi dan postur kerja berdiri dengan keluhan nyeri bahu dan kaki pada pekerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(6), 819–825.
Untari, R. D., Lestari, R. D., & Sulistyowati, E. (2023). Beban kerja, usia, dan indeks massa tubuh berpengaruh terhadap risiko nyeri leher dan bahu pada buruh angkut di Kabupaten Malang. Jurnal Kedokteran Komunitas, 11(2), 1–7
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nizla Rizkal Kamila, Hady Maulanza, Emiralda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











