Hubungan Durasi Kerja dan Beban Kerja Terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Shoulder Pain di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima

Authors

  • Sari Zulfina Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Rizkidawati Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Khatab Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v3i4.785

Keywords:

shoulder pain, durasi kerja, beban kerja, tingkat nyeri

Abstract

Shoulder pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami dan berkaitan erat dengan faktor pekerjaan, khususnya durasi kerja yang panjang dan beban kerja fisik yang berat. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, serta berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi kerja dan beban kerja terhadap tingkat nyeri pada pasien shoulder pain di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 pasien shoulder pain yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, durasi kerja, beban kerja, serta tingkat nyeri yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, serta multivariat dengan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar responden bekerja ≤8 jam per hari, namun responden dengan durasi kerja ≥8 jam cenderung mengalami tingkat nyeri yang lebih berat. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja dan tingkat nyeri (p=0,003), serta antara beban kerja dan tingkat nyeri (p=0,012). Analisis multivariat menunjukkan bahwa durasi kerja ≥8 jam meningkatkan risiko nyeri lebih berat secara signifikan (OR=16,78), sedangkan beban kerja sering juga meningkatkan risiko nyeri (OR=9,55). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa durasi kerja dan beban kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat nyeri pada pasien shoulder pain, dengan durasi kerja sebagai faktor yang paling berpengaruh.

References

Alfianty, D., Zakiyah, R., & Sulistyowati, E. (2021). Position and work duration as risk factors for neck and shoulder pain among home tailors in Malang City. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1–10.

Amir, T. L., Kartika, E. D., & Priatna, H. (2021). Hubungan masa kerja terhadap keluhan shoulder pain pada fisioterapis di Kota Bandung. Jurnal Ilmiah Fisioterapi, 4(2), 35–40.

Girgus, J. S., Yang, K., & Ferri, C. (2017). The gender difference in depression: Are elderly women at greater risk for depression than elderly men? Geriatrics, 2(4), 35. https://doi.org/10.3390/geriatrics2040035

Patandung, L. N., & Widowati, E. (2022). Indeks massa tubuh, kelelahan kerja, dan beban kerja fisik dengan keluhan gangguan muskuloskeletal. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 6(1), 126–135.

Putri, R. O., Jayanti, S., & Kurniawan, B. (2021). Hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan nyeri otot pada pekerja pabrik tahu X di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(6), 733–740.

Reppi, G. C., Suoth, L. F., & Kandou, G. D. (2019). Hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja industri pembuatan mebel kayu di Desa Leilem Satu. Medical Scope Journal, 1(1), 21–25. https://doi.org/10.35790/msj.1.1.2019.26629

Shalihah, F., Munawaroh, S., Ghozali, D. A., & Hastami, Y. (2024). Hubungan postur kerja dengan kejadian nyeri bahu pada pekerja konveksi. Jurnal Kesehatan Kerja, 7(2).

Simarmata, M. R., Wahyuni, I., & Ekawati. (2020). Indeks massa tubuh, durasi dan postur kerja berdiri dengan keluhan nyeri bahu dan kaki pada pekerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(6), 819–825.

Untari, R. D., Lestari, R. D., & Sulistyowati, E. (2023). Beban kerja, usia, dan indeks massa tubuh berpengaruh terhadap risiko nyeri leher dan bahu pada buruh angkut di Kabupaten Malang. Jurnal Kedokteran Komunitas, 11(2), 1–7

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Zulfina, S., Rizkidawati, & Khatab. (2025). Hubungan Durasi Kerja dan Beban Kerja Terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Shoulder Pain di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima . Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(4), 1906–1913. https://doi.org/10.61579/future.v3i4.785