Komunikasi Risiko Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Aceh Barat

Authors

  • Indah Fadila Institute Pertanian Bogor, Indonesia
  • Dwi Sadono Institute Pertanian Bogor, Indonesia
  • Annisa Utami Seminar Institute Pertanian Bogor, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v4i2.769

Keywords:

Komunikasi risiko, Karhutla, Pemangku kepentingan, Pencegahan bencana, Aceh Barat

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi permasalahan lingkungan yang berulang di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat. Upaya pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada aspek teknis pemadaman, tetapi juga pada efektivitas komunikasi risiko antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan karhutla oleh para aktor, praktik komunikasi risiko dalam upaya pencegahan karhutla, serta kesenjangan peran dan persepsi antar stakeholder di Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap berbagai aktor, antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan, Manggala Agni, BPBD, TNI/Polri, perusahaan pemegang konsesi, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis percakapan (conversation analysis) dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi risiko dalam pencegahan karhutla telah berlangsung melalui berbagai saluran formal dan informal, namun belum sepenuhnya menghasilkan kesepahaman bersama antar aktor. Perbedaan pemaknaan risiko, keterbatasan koordinasi, serta ketimpangan peran antar stakeholder menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas pencegahan karhutla. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan komunikasi risiko yang bersifat partisipatif, interaktif, dan berorientasi pada pencegahan sebagai strategi utama pengendalian karhutla.

References

Aristyavani I. 2021. Komunikasi Risiko: Konsep, Teori, dan Strategi. Bandung (ID): PT Remaja Rosdakarya.

Bradley DT, Mc Farland M, Clarke M. 2014. The Effectiveness of Disaster Risk Communication: A Systematic Review of Intervention Studies. PLOS Curr. Disasters.:55–94.doi:10.1201/9781315365640-4.

Cresswell JW. 2016. Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

IRCG. 2017. Introduction to the IRGC Risk Governance Framework, revised version. Lausanne EPFL Int. Risk Gov. Cent.:1–52.

Irsadi A. 2016. Komunikasi Kebijakan Pemerintah Melahirkan Pelanggaran Dalam Kebakaran Hutan Dan Lahan. J. Ilmu Komun. Source. 2(2):45–61.

Lomban AA, Jamalullail J. 2022. Komunikasi Risiko Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-Pb) Dalam Kesiapan Menghadapi Ancaman Bencana. Nusant. J. Ilmu Pengetah. Sos. 9(2):495–504.

Maryudi A. 2016. Arah Tata Hubungan Kelembagaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Indonesia. J. Ilmu Kehutan. 10(1):57–64.doi:10.22146/jik.12632. Masriadi. 2017. Kebakaran Lahan Gambut, Kabut Asap Sampai di Lhokseumawe. Kompas.com.

Miles MB, Huberman A M, Saldana J. 2014. Qualitative Data Analysis: a Methods Sourcebook. California: SAGE Publications.

Moloeng LJ. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. 21 (revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muttaqin, Husin T, Safrida. 2015. Peran Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan. J. Ilmu Kebencanaan. 2:28–34.

Napitupulu SM, Mudian B. 2016. Pengelolaan sumber daya air pada lahan gambut yang berkelanjutan. Di dalam: Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar). Vol. 1. hlm. 330–337.

Negoro SH. 2021. Penerapan Komunikasi Risiko Bencana Pada The Cangkringan Jogja Villas & Spa. WACANA J. Ilm. Ilmu Komun. 20(2):159–170.

Nurdin, Muhammad B, Sukartik D. 2018. Efektivitas Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Pada Masyarakatdi Desa Sungai Buluh Kecamatan Bunut Kabupatenpelalawan Riau. Jurkom. 1(1):70–87.

Nurhaipah T. 2019. Komunikasi dalam hubungan akrab berdasarkan perspektif manajemen koordinasi makna. J. Ilmu Komun. Efek. 3(1):27–45.

Permatasari TO, Sinduwiatmo K. 2024. Improving Disaster Response in Indonesia Through Culturally Integrated Communication Strategy. J. Geosci. Environ. Stud. 1(2):1–13.doi:10.53697/ijgaes.v1i2.3346.

Qodriyatun SN. 2019. Kesiapan Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Sumatera Selatan dalam Pelaksanaan Kebijakan Restorasi Gambut. Aspir. J. Masal. Sos. 8(2):113–132.

Rahmadi R. 2017. Api Berkobar di Lahan Gambut Aceh Barat, Bencana Tahunan yang Kembali Terulang. Mongabay.

Rasyid F. 2014. Permasalahan dan Dampak Kebakaran Hutan Fachmi Rasyid A. Pendahuluan. J. Lingk. Widyaiswara. 1(4):47–59.

Sandman PM. 2003. Four Kinds of Risk Communication. psandman.com. Sandman PM, Miller PM, Johnson BB, Weinstein ND. 1993. Agency Communication, Community Outrage, and Perception of Risk: Three Simulation Experiments. Risk Anal. 13(6):585–598.doi:10.1111/j.1539- 6924.1993.tb01321.x.

Sapto. 2018. Sosialisasi Kajian Kebakaran Hutan dan Lahan Di Aceh Dalam Mendukung Perlindungan Lahan Gambut dan Pencegahan Kebakaran. dlhk.acehprov.go.id.

Sari R, Hadi P. 2022. Pemanfaatan Media Sosial dalam Komunikasi Risiko Bencana di Tingkat Lokal. J. Komun. Bencana. 5(1):44–56.

Schmid M, Hegg C. 2006. The role of science in the management of natural hazards and major risks: Scientific expertise in Switzerland and within International Geneva. National Platform for Natural Hazards (PLANAT).

Sellnow TL, Ulmer RR, Seeger MW, Littlefield R. 2008. Effective risk communication: A message-centered approach. Springer Science & Business Media.

Sigit R. 2016. Bentang Lahan Gambut: Kebakaran dan Sejarah Tata Kelolanya di Indonesia. Mongabay.:1–2.

Suwondo S, Sabiham S, Sumardjo S, Paramudya B. 2012. Efek pembukaan lahan terhadap karakteristik biofisik gambut pada perkebunan kelapa sawit di kabupaten Bengkalis. J. Natur Indones. 14(1):143–149.

Tata HL, Susmianto A. 2019. Prospek paludikultur ekosistem gambut Indonesia.

Virmanto D. 2022. Kajian Beberapa Karakteristik Tanah Gambut Pada Di Perkebunan Kelapa Sawit. XIX(2):43–52.

Wahyudi M. 2021. Analisis Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah. J. Anterior. 20(2):153–159.

Wahyudi N, Anhar A, Farida A. 2023. Survei Kedalaman Gambut Di Desa Keub Kabupaten Aceh Barat. J. Ilm. Mhs. Pertan. 8(November):1122–1127.

Waluyo BD. 2024. Forest and Land Fire: Indonesian Government’s Homework on Communicating Environmental, Social and Legal Countermeasures in South Kalimantan. JPPUMA J. Ilmu Pemerintah. dan Sos. Polit. Univ. Medan Area. 12(1):1–9.doi:10.31289/jppuma.v12i1.11289.

Waluyo EA, Lubis DP, Sadono D, Saharjo BH. 2024. Participatory Environmental Communication in Forest and Land Fire Control: a Case Study in South Sumatra Indonesia | Comunicação Ambiental Participativa No Controle De Incêndios Florestais E Terrestres: Um Estudo De Caso No Sul Da Sumatra, Indonésia | Com. Rev. Gest. Soc. e Ambient. 18(5):1–19.

Widiatmoko WP, Astiani D, Muin S. 2022. Faktor Penyebab Kebakaran Hutan Dan Lahan Gambut Dan Upaya Pengendalian Masyarakat Di Lanskap Bentang Pesisir Padang Tikar Kabupaten Kubu Raya. J. Hutan Lestari. 10(4):901.doi:10.26418/jhl.v10i4.55548

Downloads

Published

2026-04-03

How to Cite

Fadila, I., Sadono, D., & Seminar , A. U. (2026). Komunikasi Risiko Sebagai Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Aceh Barat. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 4(2), 560–581. https://doi.org/10.61579/future.v4i2.769