Representasi Budaya Hiou Dalam Penguatan Literasi Pariwisata di Desa Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v4i1.690Keywords:
budaya pariwisata, makna simbolis, fungsi sosial, hiou simalungun, komodifikasiAbstract
Penelitian ini berjudul “Representasi Budaya Hiou dalam Peningkatan Literasi Pariwisata di Desa Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji makna simbolis dan fungsi budaya hiou masyarakat Simalungun, serta potensinya sebagai daya tarik pariwisata dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal. Hiou adalah tekstil tenun tradisional yang mengandung nilai-nilai filosofis dan digunakan dalam berbagai upacara adat masyarakat Simalungun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pemimpin adat, penenun, dan pelaku pariwisata lokal. Penelitian ini menerapkan pendekatan komodifikasi budaya, yaitu proses mengubah objek budaya menjadi komoditas ekonomi dengan nilai tukar tinggi di sektor pariwisata. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga belas jenis hiou Simalungun, termasuk: hiou hatirongga, hiou tapak satur, hiou ragi sapot, hiou suri-suri, hiou bulang-bulang, hiou ragi idup, hiou ragi bintang maratur, hiou sitoluntuho, hiou ragi panei, hiou ipput ni hirik, hiou mangiring, hiou tappunei, dan hiou simangkat-angkat. Setiap jenis hiou memiliki fungsi simbolis yang berbeda-beda tergantung pada konteks sosial dan upacara yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiou tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi yang signifikan sebagai produk pariwisata pendidikan yang berakar pada kebijaksanaan lokal.
References
Cros, H. Du. (2001). A New Model To Assist In Planning For Sustainable Cultural Heritage Tourism. International Journal Of Tourism Research, 3(2), 165–170. Https://Doi.Org/10.1002/Jtr.297
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations And Signifying Practices. London: Sage Publications.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd Ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Richards, G. (2011). Cultural Tourism: A Review Of Recent Research And Trends. Journal Of Hospitality And Tourism Management, 23(3), 1–12.
Sanusi, A. (2014). Metodologi Penelitian Sosial Untuk Kajian Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Sibarani, R. (2018). Local Wisdom-Based Tourism As Sustainable Cultural Tourism In North Sumatra Indonesia. IOP Conference Series: Earth And Environmental Science, 126(1), 012065. Https://Doi.Org/10.1088/1755-1315/126/1/012065
Simanjuntak, T. (2015). Adat Dan Upacara Dalam Masyarakat Batak Simalungun. Medan: Balai Bahasa Sumatera Utara.
Smith, L., & Akagawa, N. (Eds.). (2009). Intangible Heritage. London: Routledge.
Suardana, I. B. G. (2020). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Berbasis Budaya. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 25(2), 101–115.
Suherman, U. (2020). Pembelajaran Bahasa Berbasis Kearifan Lokal Dalam Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(1), 14–23.
UNESCO. (2009). Investing In Cultural Diversity And Intercultural Dialogue. Paris: UNESCO Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Esther Ria Zalukhu, Robert Sibarani, Flansius Tampubolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











