Praktik Kurikulum Merdeka Dan Implikasinya Terhadap Biaya Pendidikan: Perspektif Kepala Sekolah,Guru, dan Wali Murid SD Tulus Bakti Palembang

Authors

  • Julia Nofiani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Palembang, Indonesia
  • Arliani Saputri Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Palembang, Indonesia
  • Aisa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Palembang, Indonesia
  • Abdurrahmansyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v3i4.686

Keywords:

Kurikulum Merdeka, biaya pendidikan, kepala sekolah, guru, wali murid

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengulas penerapan Kurikulum Merdeka serta dampaknya terhadap biaya pendidikan di SD Tulus Bakti Palembang dengan menitikberatkan pada pandangan kepala sekolah, guru, dan orang tua murid. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan dinamika pelaksanaan kurikulum, strategi penyesuaian sekolah, serta konsekuensi finansial yang timbul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memandang Kurikulum Merdeka sebagai ruang untuk memperluas inovasi pembelajaran, meskipun menuntut penataan ulang anggaran dan tata kelola sekolah. Guru menilai pembelajaran menjadi lebih kreatif dan relevan dengan kehidupan nyata, tetapi membutuhkan biaya tambahan untuk penyediaan media, fasilitas, serta pelatihan profesional. Sementara itu, orang tua menyoroti adanya beban baru terkait penyediaan bahan praktik dan kegiatan berbasis proyek, walaupun tetap mengakui manfaatnya dalam membentuk kemandirian dan keterampilan anak. Secara keseluruhan, penerapan Kurikulum Merdeka memberikan kontribusi positif terhadap mutu pendidikan, namun di sisi lain memunculkan konsekuensi biaya yang cukup besar sehingga dibutuhkan kolaborasi erat antara pihak sekolah dan orang tua demi menjamin keberlanjutannya.

References

Abdurrahmansyah, Amin, & Fauzi. (2024). Internalisasi Nilai Moderasi Beragama melalui Hidden Curriculum. Jurnal Fikrotuna, 15(1), 45–60.

Abdurrahmansyah,dkk.(2024). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar/Kampus Merdeka (MBKM) Perspektif perguruan tinggi islam.UIN Raden Fatah Press.

Amin, M., dkk. (2023). Transformasi Digital dalam Pendidikan Islam: Tantangan dan Peluang. Al-Adabiyah Jurnal Pendidikan Islam, 18(1), 89–104

Amirudin, M. F. (2023). Respons Pimpinan PTKIS terhadap Kebijakan Pendidikan Islam di Sumatera. Jurnal Edukasi Islam, 5(2), 221–236.

Diva, A. M., dkk. (2025). Sertifikasi Guru dan Dampaknya terhadap Mutu Pendidikan di Indonesia. Jurnal Pedagogik, 12(1), 34–47.

Lewis, Khotima, Abdurrahmansyah, & Handayani. (2024). Pengembangan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. Jurnal Pendas, 15(2), 101–115.

Marwah, S., Lestari, D., & Fitriana, A. (2022). Peran orang tua dalam implementasi Kurikulum Merdeka: Studi pada sekolah dasar di Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(2), 101–112.

Sari, R. (2022). Konstruktivisme dalam pembelajaran berbasis proyek pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 45–56.

Suryana, E., dkk. (2021). Analisis Kinerja Mahasiswa Peserta Micro Teaching di UIN Raden Fatah Palembang. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 55–68.

Yusa, I. G. N., Hartati, S., & Pramana, K. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dan tantangannya terhadap pembiayaan pendidikan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 77–89

Downloads

Published

2025-11-02

How to Cite

Nofiani, J., Saputri , A., Aisa, & Abdurrahmansyah. (2025). Praktik Kurikulum Merdeka Dan Implikasinya Terhadap Biaya Pendidikan: Perspektif Kepala Sekolah,Guru, dan Wali Murid SD Tulus Bakti Palembang. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(4), 1661–1668. https://doi.org/10.61579/future.v3i4.686