Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya

Authors

  • Rahmah Hafni Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Elmiyati Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Aslinar Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v3i4.675

Keywords:

Tingkat pengetahuan, Remaja, Pubertas, Kesehatan Reproduksi

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi dimana seseorang dalam keadaan fisik, mental dan sosial yang baik terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan reproduksi dan cara kerjanya. Kesehatan reproduksi pada remaja lebih mudah terpengaruh oleh berbagai jenis penyakit khususnya infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual dikarenakan adanya kombinasi beberapa faktor resiko seperti perilaku biologi, lingkungan, dan budaya pada remaja. Pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi meliputi berbagai pengetahuan tidak hanya definisinya saja namun pengetahuan lain yang menunjang informasi kesehatan reproduksi yang lebih luas.Penelitian ini  bertujuan untuk memberi informasi gambaran pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi di SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada penelitian populasi yang diambil adalah siswa dan siswa kelas X-XI dengan sampel 161 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan metode   total sampling dengan kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Kategori baik >76-100%, kategori sedang 60-75%, kategori kurang <60%. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasilnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dalam kategori baik meliputi pengetahuan mengenai definisi kesehatan reproduksi berjumlah 95 orang (59%), pengetahuan masa pubertas 102 orang (63,4%), pengetahuan mengenai penyakit menular seksual berjumlah 84 orang (52,2%), pengetahuan kehamilan yang tidak diinginkan berjumlah 93 orang (58,7%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa siswa dan siswi SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya memiliki pengetahuan yang baik terhadap kesehatan reproduksi.

References

Adiputra, I. M. S., Trisnadewi, N. W., Oktaviani, N. P. W., & Munthe, S. A. (2021). Metodologi penelitian kesehatan.

Amdadi, Z., Nurdin, N., Eviyanti, & Nurbaeti. (2021). Gambaran pengetahuan remaja putri tentang risiko perkawinan dini dalam kehamilan di SMAN 1 Gowa. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(7), 2067–2074. https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/view/1053

Ariantini, N. S., & Purnamasari, A. (2024). Gambaran pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi pada siswa-siswi SMK di Kabupaten Buleleng. Media Ilmiah Kesehatan Indonesia, 2(1), 1–9.

Ariyanti, K. S., Sariyani, M. D., & Utami, L. N. (n.d.). Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja untuk meningkatkan pengetahuan siswa di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur, 1161, 7–11.

Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Az-Zuhra, R. H., Susanti, S. S., & Arnita, Y. (2021). Gambaran pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di Kota Banda Aceh. JIM Fkep, 5(2), 160–166.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Remaja dan seks pranikah.

Budiarti, A. B., Arini, D., Hastuti, P., et al. (2023). Mewujudkan generasi berencana melalui pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Peduli Masyarakat, 5(1), 51–56.

Daryaswanti, P. I., Utomo, P., & Pendet, N. M. D. P. (2021). Pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual di SMA Negeri 1 Singaraja. Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Udayana, 7(2), 124–134.

Denty Zada, N., & Devy, S. R. (2022). Persepsi masyarakat terhadap kehamilan tidak diinginkan pada remaja: Studi fenomenologi. Jurnal Ilmiah Permas, 12(3), 471–484. http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM

Fadhlullah, M. H., Hariyana, B., & Pramono, D. (2019). Hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi. Jurnal Kesehatan, 8(4), 1170–1178.

Farris, P. K., & Murina, A. (2014). Ilmu penyakit kulit dan kelamin (Edisi ke-7). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ferdian, D., Hikmat, R., Zuqriefa, A. B., et al. (2023). Edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16169–16177.

Feradilla, A., Abdiana, A., & Liza, R. G. (2022). Gambaran pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMAN 1 Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 2(3), 109–114.

Galbinur, E., Defitra, M. A., & Venny. (2021). Pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 221–228. https://dp3appkb.kalteng.go.id/artikel/pentingnya-pengetahuan-kesehatan-reproduksibagi-remaja.html

Hamidah, S., & Rizal, M. S. (2022). Edukasi kesehatan reproduksi dan perkembangan remaja di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik Jawa Timur. Journal of Community Engagement in Health, 5(2), 237–248. https://jceh.org/index.php/JCEH/article/view/384

Harahap, L. J. (2022). Hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 8 Padangsidimpuan. Bioedunis Journal, 1(2), 67–72.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2023. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes BKPK. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2024). Laporan eksekutif perkembangan HIV AIDS dan penyakit infeksi menular seksual (PIMS) Triwulan 1 Tahun 2024 (hlm. 2–14). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khasanah, P. U., Ode, W., Mutia, N., Baubau, P., Baubau, K., & Tenggara, S. (2022). Tingkat pengetahuan terhadap perubahan fisik pubertas remaja putri. Jurnal Kesehatan, 9(1), 18–23.

Maelissa, M. M., Saija, A. F., & Saptenno, L. B. E. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja pada mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Molucca Medica, 13(1), 1–5.

Maryani, F. F. A. (2020). Gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di Desa Katelan. Jurnal Unasa, 5(2).

Muharrina, C. R., Yustendi, D., Sarah, S., Herika, L., & Ramadhan, F. (2023). Kesehatan reproduksi: Reproductive health. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 5(1), 26–29.

Na, D. E. C., Hipertensiva, Crise., & Tao, L. K. (2013). Sinopsis organ reproduksi. Karissma Publishing Group.

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Polewali, N., Muhrima, I., Liliandriani, A., Wusqa, U., & Masyarakat, K. F. K. (2024). Tingkat pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual di SMAN 1 Polewali. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6.

Rahayu, A., Noor, M. S., Yulidasari, F., Rahman, F., & Andini, O. P. (2017). Kesehatan reproduksi remaja & lansia (Vol. 53).

Rejeki, S., Warsono, W., Khayati, N., & Hidayati, E. (2022). Peningkatan kesehatan reproduksi remaja melalui pembentukan pos bimbingan dan pelayanan kelompok kader sebaya. Salut: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 29.

Rusdianto, E. W. H. (2008). Ilmu kandungan (Edisi ke-3). PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Silvia, M., & Nurasal, I. (n.d.). Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di Kota Pangkalpinang, 9, 25–32.

Wahyuni, S., & Siregar, P. A. (2023). Hubungan pengetahuan tentang kehamilan tidak diinginkan (KTD) dengan perilaku seksual mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara. JK Jurnal Kesehatan, 1(2), 416–424

Downloads

Published

2025-10-23

How to Cite

Hafni, R., Elmiyati, & Aslinar. (2025). Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya . Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(4), 1623–1633. https://doi.org/10.61579/future.v3i4.675