Keanekaragaman Pohon di Kawasan Mata Air Desa Deudap Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar

Authors

  • Fitri Rahma Sari Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia
  • Muslich Hidayat Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v4i1.672

Keywords:

Keanekaragaman Tumbuhan, INP, Mata Air Desa Deudap

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Sebagian besar hutan-hutan di indonesia termasuk dalam hujan tropis. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan hal yang penting bagi kehidupan. Pulau nasi merupakan salah satu pulau di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar yang terletak disebelah timur laut pulau Sumatra dan di sebelah barat laut pulau Weh yang memiliki kawasan hutan yang cukup luas dan tersebar beberapa sumber mata air di dalamnya. Kawasan pulo Aceh yang memiliki sumber mata air di antaranya terdapat di desa Lampuyang, desa Alue Reuyeueng, desa Embung Nipah dan desa Deudap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan pohon, tingkat keanekaragaman pohon dan untuk mengetahui indeks nilai penting tumbuhan pohon yang terdapat di kawasan mata air Desa Deudap Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan Metode Line transek (garis transek) dan kuadrat dengan jumlah 4 stasiun, tiap-tiap stasiun ditarik transect sepanjang 50 m kemudian pada garis transect tersebut dibuat 3 plot berukuran 10x10 m secara bertingkat pada areal pengambilan sampel di lokasi penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan di kawasan mata air Desa Deudap Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 15 family dari 26 spesies dengan jumlah keseluruhan 49 individu. Spesies pohon dengan indeks nilai penting (INP) tertinggi yaitu pohon Angsana (Pterocarpus indicus W.) Meranti (Shoera leprosula M.) dan Ara (Ficus hispida L.) masing-masing sebesar 21,89%, 21,52% dan 19,62%. Tingkat keanekaragaman pohon di Kawasan Mata Air Desa Deudap Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, tergolong tinggi yaitu H’= 3.11.

References

Adijaya, B. (2023). Pohon meranti, raksasa hutan penghuni kanopi teratas. LindungiHutan.

Alamsah, A., Subhan, S., & Martunis, M. (2023). Identifikasi jenis-jenis Ficus (Moraceae) pada kawasan Jamur Gele Taman Nasional Gunung Leuser. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(3), 607–616.

Doudi, M., Rasnovi, S., & Dahlan, D. (2022). Keanekaragaman vegetasi di kawasan geotermal Gunung Seulawah Agam Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan, 8(1), 56–60.

Dwigianto, B., Tarore, R. C., & Moniaga, I. L. (2023). Analisis perlindungan mata air di Kota Tomohon. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 12(2), 58–67.

Febrianti, E. M., Langi, M. A., & Nurmawan, W. (2024). Sebaran dan fenologi pohon di kawasan kampus Universitas Sam Ratulangi. Silvarum, 3(3), 138–145.

Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2016). Soil fertility and fertilizers: An introduction to nutrient management (8th ed.). Pearson.

Hidayat, M. (2018). Analisis vegetasi dan keanekaragaman tumbuhan di kawasan manifestasi geotermal Ie Suum Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan, 5(2), 114–124.

Jawaray, W. B., Lalupan, E. M., Ina, A. T., & Kusumanegara, A. (2023). Keanekaragaman tumbuhan Angiospermae di kawasan Taman Nasional Matalawa Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Biosilampari, 5(2), 169–177.

Jaya, R. (2017). Dukungan agro-inovasi teknologi di daerah perbatasan di Provinsi Aceh (Laporan akhir). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Karamina, H., Fikrinda, W., & Murti, A. T. (2017). Hubungan kelembaban tanah terhadap sifat kimia tanah. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 4(1), 589–596.

Kintamani, E. (2018). The diversity of Shorea spp. at some habitats in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 197(1), 012034. https://doi.org/10.1088/1755-1315/197/1/012034

Nuraida, D., Rosyida, A. Z. S., Widyawati, A. N., Sari, W. K., & Fanani, I. R. M. (2022). Analisis vegetasi tumbuhan herba di kawasan hutan Krawak. Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 9(2), 97–105.

Rahman, K. (2019). Peran ekologis tumbuhan Ficus dalam ekosistem hutan tropis. Jurnal Ekologi Tropika, 4(2), 55–62.

Rosianty, D., Lestari, D., & Pratama, R. (2021). Potensi pohon angsana sebagai penyerap karbon di lingkungan hutan tropis. Jurnal Lingkungan Tropis, 5(1), 22–30.

Sabarudin. (2024). Analisis vegetasi pohon di Sungai Rundeng kawasan Ulu Masen Sampoiniet Aceh Jaya (Skripsi). Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Semiun, C. G., Retnaningdyah, C., & Arisoesilaningsih, E. (2020). Structural modelling of riparian tree diversity and ecosystem degradation roles in determining the water quality of springs. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 8(1), 2431–2440.

Suwarso, E., Paulus, R. D., & Widanirmala, M. (2019). Kajian database keanekaragaman hayati Kota Semarang. Jurnal Riptek, 13(1), 79–91

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Sari, F. R., & Hidayat, M. (2026). Keanekaragaman Pohon di Kawasan Mata Air Desa Deudap Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar . Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.61579/future.v4i1.672