Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian DM Tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Meuraxa

Authors

  • Isnaini Utami Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Cut Ana Martafari Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Elmiyati Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v3i4.642

Keywords:

DM tipe II, Pola Makan, Aktivitas Fisik

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan gangguan metabolisme yang dikarakteristikkan dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas batas normal sebagai konsekuensi dari disfungsi produksi insulin oleh sel beta pankreas atau resistensi jaringan perifer terhadap hormon insulin. Penelitian ini menerapkan rancangan observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 77 penderita DM tipe II yang menjalani pengobatan di poli penyakit dalam RSUD Meuraxa periode Mei–Juni 2025 yang diseleksi melalui teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner Food Frekuensi Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), serta dokumentasi rekam medis, selanjutnya data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat melalui uji chi-square . Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden menerapkan pola konsumsi makanan yang tidak baik (67,5%) dan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas rendah (61%). Hasil analisis bivariat menampilkan adanya korelasi yang bermakna secara statistik antara pola konsumsi makanan dan tingkat aktivitas fisik terhadap kejadian DM tipe II (nilai p = 0,000). Hasil penelitian ini menegaskan urgensi penerapan manajemen diet yang tepat dan optimalisasi aktivitas fisik sebagai strategi mendasar dalam upaya pencegahan dan pengobatan DM tipe II.

References

Anri, S. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kecamatan Tanah Sereal. Jurnal Kesehatan Masyarakat , 15 (2), 45-52.

Aryaldy, Z., Rahman, F., & Sari, M. (2022). Analisis faktor risiko aktivitas fisik terhadap kejadian diabetes melitus tipe II pada dewasa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia , 8 (3), 234-241.

Astutisari, N., Putri, AD, & Wahyuni, S. (2022). Pengaruh aktivitas fisik terhadap sensitivitas insulin pada penderita diabetes melitus tipe II. Jurnal Ilmu Keperawatan , 10 (4), 156-163.

Azzahra, NZ, Asnindari, LN, & Ruhyana, R. (2025). Hubungan pola makan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kalasan. Jurnal Gizi dan Kesehatan , 7 (1), 23-30.

Dewa Ayu, E., Sari, DP, & Mahendra, IG (2022). Pola makan dan kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Manggis I. Bali Medical Journal , 11 (2), 89-95.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2022 . Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar.

Faradilla, R., Anggraini, D., & Putri, S. (2024). Analisis pola konsumsi makanan pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Jurnal Nutrisi Indonesia , 12 (3), 178-185.

Faswita, W. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Binjai Estate. Jurnal Kesehatan Prima , 18 (1), 67-74.

Febriati, D., Ananda, R., & Susilo, H. (2025). Korelasi pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukatani Bekasi. Jurnal Nutrisi Klinik Indonesia , 9 (2), 112-119.

Hanif, AM, Syahputra, R., & Nasution, L. (2023). Prevalensi dan tren diabetes melitus di Provinsi Aceh: Analisis data Riskesdas 2018-2022. Jurnal Kesehatan Aceh , 5 (4), 201-208.

Federasi Diabetes Internasional (IDF). (2021). Atlas diabetes IDF (edisi ke-10). Federasi Diabetes Internasional.

Iryani, SP (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Tanah Sereal Bogor. Jurnal Epidemiologi Indonesia , 8 (2), 78-86.

Lukman, H. (2022). Laporan tahunan prevalensi penyakit tidak menular Kota Banda Aceh tahun 2022 . Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Rahayu, P., Saida, N., & Mardalena, I. (2023). Aktivitas fisik sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe II pada lansia: Studi kasus kontrol. Jurnal Gerontologi Indonesia , 4 (3), 145-152.

Resti, A., Pratama, B., & Sari, I. (2021). Pengaruh aktivitas fisik terhadap kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe II. Jurnal Kedokteran Komunitas , 9 (4), 289-296.

Soelistijo, SA (2021). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2021 . PB PERKENI.

Ulfatul, M., Handayani, S., & Rahman, A. (2022). Hubungan pola makan dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Jurnal Gizi Klinik Indonesia , 19 (1), 34-41.

Ulfa, M., Mulfianda, R., & Desreza, F. (2019). Peran glukosa dalam metabolisme seluler dan dampaknya terhadap kesehatan. Jurnal Biokimia Indonesia , 4 (2), 78-85.

Zulkarnaini, A., Setiawan, D., & Maharani, P. (2022). Pola aktivitas fisik masyarakat perkotaan dan akuarium dengan risiko penyakit metabolik. Jurnal Kedokteran Olahraga Indonesia , 13 (3), 167-174.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Utami, I., Cut Ana Martafari, & Elmiyati. (2025). Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian DM Tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Meuraxa. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(4), 1955–1965. https://doi.org/10.61579/future.v3i4.642