Uji Efektifitas Ekstrak Rimpang Kunyit Kawasan Tungkop dan Pengaruhnya Terhadap Bakteri Escherichia Coli
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v3i3.608Keywords:
Antibakteri, Rimpang Kunyit, Escherichia ColiAbstract
Tanaman yang dikenal sebagai Rimpang Kunyit (Curcuma domestica V.) merupakan tumbuhan yang umum tumbuh di daerah tropis dan sering digunakan oleh penduduk lokal sebagai salah satu metode pengobatan alternatif untuk mencegah pertumbuhan bakteri karena rimpang kunyit (Curcuma Domestica V.) memiliki sejumlah sifat farmakologis, salah satunya adalah kemampuan untuk membunuh bakteri Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domsetica V) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Excherichia coli dan apakah ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica V.) memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menguji ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma Domestica V) terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode Laboratorium eksperimental. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik nonparametrik yang dikenal sebagai ANOVA. Menurut hasil penelitian fitokimia, rimpang kunyit (Curcuma domestica v.) mengandung alkaloid, Flavonoid, saponin, terpenoid dan tannin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit memberikan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Escherichia coli dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% sebesar rata-rata 16,53 mm, diikuti konsentrasi 75% sebesar 13,63 mm dan 50% sebesar 7,48 mm. Hasil analisis statistik menggunakan uji ANOVA mendapatkan perbedaan yang signifikan antar konsentrasi (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol rimpang kunyit memiliki potensi sebagai antibakteri alami yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan efektivitas yang meningkat seiring dengan tingginya konsentrasi ekstrak.
References
Annisa Rahma Aryanti, Made Helen Susanti, Anjar Hermadi Saputro, Herayati, Indah Puspita Sari, & Syahjoko Saputra, I. (2025). Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi, Sokletasi, Dan Sonikasi Terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.). Journal of Chemistry Sciences and Education, 2(01), 1–9. https://doi.org/10.69606/jcse.v2i01.237
Arifuddin, A., Al Akram, M. F., & Ibrahim, I. (2022). Formulasi Granul Effervescent Dari Kunyit (Curcumae Domestica) Dan Asam Jawa (Tamarindus Indica). Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 7(2), 15–19. https://doi.org/10.37089/jofar.vi0.134
Bina, J., Husada, C., Juli, N., Kesehatan, J., Science, D., Royani, S., & Yuliyanti, S. S. (2025). Identifikasi Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder pada Rimpang Kunyit ( Curcuma longa L .) di Kabupaten Banyumas melalui Skrining Fitokimia lokasi , penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji skrining fitokimia pada ekstrak Alat dan Bahan reaksi , gela. 21(2), 49–55.
Chusniasih, D., Azizah, N. N., Mulyadi, S. P., & Oktariyani, F. R. (2024). Isolasi dan Identifikasi Kandungan Metabolit Sekunder JamurEndofit Rimpang Kunyit (Curcuma longa linn.). Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 11(2), 28–37.
Handayani, D., Halimatushadyah, E., & Krismayadi, K. (2023). Standarisasi Mutu Simplisia Rimpang Kunyit Dan Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn). Pharmacy Genius, 2(1), 43–59. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v2i1.173
Harmini, S., & Wibisana, D. L. (2023). Review: Senyawa Fitokimia Daun Kunyit. Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product, 01(01), 18–23. https://doi.org/10.31316/jitap.vi.5744
Hayati, A. R., Singkam, A. R., & Jumiarni, D. (2022). Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Theobroma cacao L. terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram. Bioedusains:Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 5(1), 31–40. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v5i1.3160
Herrmann, H., & Bucksch, H. (2014). Diameter. Dictionary Geotechnical Engineering/Wörterbuch GeoTechnik, 371–371. https://doi.org/10.1007/978-3-642-41714-6_41755
Kusmana Pratama Putra. (2021). Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Ampisilin terhadap Escherichia coli secara in vitro. Majalah Kedokteran UKI, 37(1), 13–19. https://doi.org/10.33541/mk.v37i1.2936
L Fikayuniar, N S Gunarti, & M Apriliani. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) Terhadap Staphylococcus aureus Dan Pseudomonas aeruginosa. Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(1), 278–287. https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i1.618
Noordam, E. R., Rahmat, D., Sandhiutami, N. M. D., & Yuliana, N. D. (2025). Quality Parameter Analysis, Antioxidant Activity, and FTIR Profile of Turmeric (Curcuma longa L.) from Medan, Sumba, and Papua. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 5(1), 119–131. https://doi.org/10.37311/ijpe.v5i1.30494
Purba, A. (2019). Identifikasi Kadar Fenol dan Flavonoid Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.). Herbal Medicine Journal, 2(1), 18–24.
Rakhmawatie, M. D., & Marfu’ati, N. (2023). Pembuatan Simplisia dan Teknik Penyiapan Obat Tradisional Jahe Merah dan Daun Pepaya untuk Standardisasi Dosis. Berdikari: Jurnal Inovasi Dan Penerapan Ipteks, 11(1), 12–24. https://doi.org/10.18196/berdikari.v11i1.16717
Riset, A., Apriliantisyah, W., Irmayanti Haidir, K., Sodiqah, Y., & Fujiko Said, M. M. (2022). Fakumi Medikal Jurnal Daya Hambat Ekstrak Kunyit (Curcucma domestica Val) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(10), 2022.
Rohmah, M. N. (2024). Pemanfaatan dan kandungan kunyit (Curcuma domestica) Sebagai Obat Dalam Perspektif Islam. Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration, 2(1), 178–186. https://doi.org/10.18860/es.v2i1.18151
Sanjaya, I., Budayanti, N., Fatmawati, N. N. D., & Mayura, I. P. B. (2024). Cemaran Escherichia coli pada es batu pedagang minuman di Kabupaten Bangli. Intisari Sains Medis, 15(1), 159–163. https://doi.org/10.15562/ism.v15i1.1954
Shabrina, A. F. (2021). Efek Protektif Ekstrak Kurkumin Rimpang Kunyit pada Epitel Lambung Tikus yang Diinduksi Oleh Indometasin. Jionalurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(3), 89–94. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/83/65
Shapna N, Wahyudin, Rahmawati Y, Munggali U, I. M. Z. (2023). Pendampingan Penanaman Tanaman Kunyit (curcuma domestica val) Menggunakan Polybag di Desa Sukadana Lombok Tengah. Jurnal Siar Ilmuwan Tani, 4(2), 268–278. https://doi.org/10.29303/jsit.v4i2.119
Siregar, A. M. T., Lestari, I. C., Rangkuti, I. Y., & Oktaria, S. (2025). Uji Efektifitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma Domestic Val) Terhadap Pertumbuhan Vibrio Cholera Secara in Vitro. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 8(1), 61–71. https://doi.org/10.30743/stm.v8i1.801
Soegiantoro, D. H., Soegiantoro, G. H., Waruwu, I. S., & Theressia, Y. O. (2021). Pengaruh Rimpang Kunyit (Curcuma domestica, Val.) terhadap Bakteri Usus secara in vitro. FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi, 2(1), 18–24. https://doi.org/10.36456/farmasis.v2i1.3543
Suprihatin, T., Rahayu, S., Rifa’i, M., & Widyarti, S. (2020). Senyawa pada Serbuk Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) yang Berpotensi sebagai Antioksidan. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 5(1), 35–42. https://doi.org/10.14710/baf.5.1.2020.35-42
Utami S M, Sari D P, Ismaya N A, H. E. (2022). Review Artikel Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Terhadap Beberapa Sampel Bakteri. Phrase (Pharmaceutical Science) Journal, 2(2), 90–98. http://openjournal.wdh.ac.id/index.php/Phrase/index
Z nafsi, B. N., Sabariah, S., & Saputra, I. A. (2025). Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L) dan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Bakteri Escherichia coli Secara In Vitro. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 5(6), 2572–2584. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i6.18597
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Riski, Abdul Wahab, Aditya Chandra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











