Pengaruh Teknologi Neurotracker Terhadap Peningkatan Kemampuan Pengambilan Keputusan Atlet Basket
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v3i3.586Keywords:
Pengambilan Keputusan, Neurotracker, Bola BasketAbstract
Permasalahan yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah tentang Pengaruh Teknologi Neurotracker terhadap Peningkatan Pengambilan Keputusan yang merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang dapat mempengaruhi performa atlet dalam banyak cabang olahraga, pengambilan keputusan merupakan suatu proses berpikir dalam pemulihan beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk memperoleh suatu solusi tentang prediksi masa depan sebagai reaksi terhadap tuntutan individu tersebut. Tuntutan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tuntutan internal dan tuntutan eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dan seberapa besar hubungannya terhadap kemampuan atlet dalam olahraga bola basket. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah atlet UKM Bola Basket UPI dan sampelnya berjumlah 20 atlet UKM Bola Basket UPI. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Assigment Random Sampling. Setiap individu yang berpartisipasi dalam penelitian memiliki kesempatan yang sama untuk ditempatkan pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Instrumen penelitian adalah post test dan pre test yang dilakukan pada awal dan akhir sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan 1) Terdapat pengaruh yang signifikan latihan neurotracker terhadap peningkatan kemampuan pengambilan keputusan kelompok eksperimen dilihat dari hasil output sample t test sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antar variabel tersebut. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan latihan konvensional terhadap peningkatan kemampuan pengambilan keputusan dilihat dari hasil output sample t test sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antar variabel tersebut. Dilihat dari hasil tersebut, terdapat hasil yang signifikan antar kedua kelompok, dari kedua hasil tersebut diatas nilai sig. (2-tailed) kemampuan pengambilan keputusan atlet sebesar 0,019 < 0,05 dengan selisih rata-rata sebesar 7,5 dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya. Terdapat perbedaan rata-rata hasil metode latihan neurotracker terhadap peningkatan kemampuan pengambilan keputusan.
References
Amanda, Salam, & Saggaf. (2017). Gaya kepemimpinan dalam organisasi. Jurnal Administrare: Jurnal Pemikiran Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran, 4(2), 103–110.
Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Dedy Sumiyarsono. (2002). Keterampilan bola basket. Yogyakarta: FIK UNY.
Driver, M. J. (1979). Individual decision making and creativity. In J. R. Hackman & E. E. Lawler (Eds.), Employee behavior and organization practice. McGraw-Hill.
Drever, J. (1971). Kamus psikologi. Penguin Reference Books Ltd.
Fougnie, D. (2008). The relationship between attention and working memory. In N. B. Johansen (Ed.), New research on short-term memory (pp. 1–45). Hauppage: Nova Science Publishers.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to design and evaluate research in education (8th ed.). McGraw-Hill.
Jean, O. (2018). Apa itu NeuroTracker? Retrieved from http://dynamicsteinbach.com
Komarudin. (2016). Psikologi olahraga: Pelatihan mental dalam olahraga kompetitif. Bandung: Rosdakarya.
Leykin, Y., & DeRubeis, R. J. (2010). Decision-making styles and depressive symptomatology: Development of the Decision Styles Questionnaire. Judgment and Decision Making, 5(7), 506–515.
Martinez, N. (2019). Pengujian dan pelatihan NeuroTracker. Koordinator Laboratorium, Program Ilmu Olahraga USF.
Moen, F., Hrozanova, M., & Stiles, T. (2018). The effects of perceptual-cognitive training with NeuroTracker on executive brain functions among elite athletes. Frontiers in Psychology, 9, 1–11.
Nashville. (2012). NeuroTracker attention training for students. Retrieved from https://www.schoolbuyersonline.com
O’Connor, A. M. (2000). User manual – Decision conflict scale. Ottawa Hospital Research Institute.
Santoso, S. (2013). Menguasai SPSS 21 di era informasi. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Setyobroto, S. (2001). Psikologi olahraga. Jakarta: Anam Kosong Anam (AKA).
Sporiš, G., Šango, J., Vučetić, V., & Mašina, T. (2017). Latent structure of indicators of efficiency of standard play in basketball. International Journal of Performance Analysis in Sport, 6(1), 120–129.
Syamsi. (1995). Manajemen sumber daya manusia. Jurnal STIE Semarang, 5(1), 13.
Terry, D. (2002). Basic leadership in sports. Jurnal STIE Semarang, 5(1), 16.
The Shift. (2018). How NeuroTracker can improve your performance! Retrieved from https://theshift.com
Thomas, J. R., & Over, R. (1994). Psychology of coaching. McGraw-Hill.
Universitas Pendidikan Indonesia. (2014). Pedoman penulisan karya ilmiah. Bandung: UPI Press.
Weinberg, R. S., & Gould, D. (2007). Foundations of sport and exercise psychology. Champaign, IL: Human Kinetics.
Wissel, H. (1994). Basketball. Canada: Human Kinetics.
Wissel, H. (2000). Bola basket: Dilengkapi program peningkatan teknik dan taktis. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Yan Leykin & DeRubeis, R. J. (2010). Gaya pengambilan keputusan dan simptom depresi: Pengembangan kuesioner gaya keputusan. Judgment and Decision Making, 5(7), 506–515.
Yunyent, L. Q., Blázquez, A. P., Fortó, J. S., & Torradeflot, G. C. (2015). Entrenamiento perceptivo cognitivo con el NeuroTracker 3D-MOT para mejorar el rendimiento en tres modalidades deportivas. Revista de Psicología del Deporte, 24(2), 15–22
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ragil Wahyu Utomo, Sandey Tantra Paramitha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











