Peningkatan Kesadaran Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis Paru Melalui Edukasi Kesehatan

Authors

  • Farid Bastian Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Ratih Ayu Atika Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Syarifah Nora Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Meri Lidiawati Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Iziddin Fadhil Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Satria Safirza Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Elmiyati Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia
  • Ade Kiki Riezky Universitas Indo Global Mandiri, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v3i3.582

Keywords:

Tuberkulosis paru, edukasi kesehatan, Pencegahan

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini masih menjadi persoalan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Data dari WHO tahun 2023 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi ketiga dalam jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Penyakit TB paru merupakan penyakit yang dapat dengan mudah menular melalui droplet yang dilepaskan saat penderita batuk atau bersin. Pemahaman masyarakat mengenai tanda-tanda klinis, mekanisme penularan, dan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai TB paru. Edukasi dilakukan secara langsung melalui penyuluhan kepada pasien dan pengunjung di ruang tunggu poli rawat jalan, dengan pendekatan visual dan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh tentang TB paru dan masih adanya stigma negatif terhadap penderita, yang menjadi hambatan dalam penanganan penyakit. Melalui sosialisasi ini, masyarakat didorong untuk menerapkan gaya hidup sehat, mengenali gejala lebih awal, dan memberikan dukungan kepada penderita TB agar dapat menyelesaikan pengobatan secara konsisten dengan mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Tingkat keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien, yang dapat ditingkatkan melalui pendekatan kolaboratif dan dukungan dari lingkungan sosial. Kegiatan ini menekankan pentingnya peran aktif tenaga kesehatan dan edukasi yang berkelanjutan dalam menurunkan angka kejadian dan penularan TB paru di masyarakat.

References

Jones, R., & Brown, T. (2021). Clinical manifestations and diagnosis of pulmonary tuberculosis. Respiratory Medicine Review, 36(2), 145-153. https://doi.org/10.1016/j.rmr.2021.02.004

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kurniawan, E. (2018). Social determinants of tuberculosis transmission in urban settings. International Journal of Public Health, 63(3), 287-295. https://doi.org/10.1007/s00038-017-1041-6

Rahmawati, D., Sari, N., & Putri, F. (2020). Hambatan dan strategi meningkatkan kepatuhan pengobatan TB paru di wilayah urban. Jurnal Kesehatan Indonesia, 11(3), 210-218.

Setiawan, A., Nugroho, Y., & Wibowo, H. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan TB paru di Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 89-97.

Smith, J., Lee, A., & Johnson, M. (2019). Pathogenesis of pulmonary tuberculosis: Mechanisms of granuloma formation. Journal of Infectious Diseases, 220(7), 1121-1130. https://doi.org/10.1093/infdis/jiz005

World Health Organization (WHO). (2023). Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: WHO. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240061729

Downloads

Published

2025-08-03

How to Cite

Bastian, F., Atika, R. A., Nora, S., Lidiawati, M., Fadhil, I., Safirza, S., … Ade Kiki Riezky. (2025). Peningkatan Kesadaran Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis Paru Melalui Edukasi Kesehatan . Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(3), 1364–1370. https://doi.org/10.61579/future.v3i3.582