Peran Tuha Peut Dalam Perencanaan Pemberdayaan Masyarakat Gampong Ujong Drien

Authors

  • Selfia Yolanda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Nailis Saadah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Susila Fitri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Nirja Putra Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Sopar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/future.v3i3.553

Keywords:

Tuha Peut, Empowerment, Community

Abstract

Gampong is the lowest level of government in the government system in Indonesia. In recent years, gampong or villages have been given great authority in carrying out village governance, especially in managing community empowerment in Gampong Ujong Drien. Tuha Peut is given authority in carrying out supervisory functions, especially supervising the performance of the village government. The formulation of the problem in this study is limited to the Role of Tuha Peut in Planning Community Empowerment in Gampong Ujong Drien. This study includes qualitative research as a process to provide a complex understanding of what happens in community empowerment.

References

Aboe Bakar (et. al.), Kamus Aceh Indonesia 2, Seri M-Y, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1995, hlm. 617.

Dhuhri, Saufuddin. 2009. Peusjuek: sebuah Tradisi Ritual sosial Masyarakat Pasee dalam Perspektif Tradisionalis dan Reformis. Lhokseumawe, 27-28 Juni2008. Di dalam Prosseding International: The 3rd International Conference On Development of Aceh (ICDA-), Lhokseumawe, Unimal Pres, 2008. Halaman 636-656.

Iskandar. 2010. Perayaan Mameugang dalam Perspektif Hukum Islam. Laporan Penelitian Dosen. Lhokseumawe-Aceh: STAIN Malikusssaleh.

Ismail, Badruzzaman. 2003. Mesjid dan Adat Meunasah sebagai Sumber Energi Budaya Aceh, Banda Aceh: Gua Hira.

Munar, Zaitun, Agussabti, and Irwan A. Kadir. “Peranan Panglima LaotLhok Dalam Pengelolaan Sumberdaya Laut Berbasis Adat Di Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian 3, no. 4 (2018): 508–17.

Peraturan Gebernur Aceh Nomor 92 Tahun 2019 Tentang Pedoman Umum Penataan Mukim di Aceh.

Qanun Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Pemerintahan Mukim.

Santriani, E. (2017). Tradisi MeeBuu Pandangan Masyarakat Trienggadeng dalam Konteks Budaya dan Agama. AngewandteChemie International Edition, 6(11), 951–952., 28.

SnouckHurgronje, The Achehnese, jilid 1, (Leiden: E.J. Brill, 1906), hlm. 90-91.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan peraturan pemerintah Nomor 76 Tahun 2001 tentang pedoman umum pengaturan mengenai desa serta Qanun Provinsi NAD Nomor 5 Tahun 2002.

Downloads

Published

2025-07-19

How to Cite

Yolanda, S., Saadah, N., Fitri, S., Putra, N., & Sopar. (2025). Peran Tuha Peut Dalam Perencanaan Pemberdayaan Masyarakat Gampong Ujong Drien. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(3), 1182–1185. https://doi.org/10.61579/future.v3i3.553