Penerapan Paradigma Whole of Government dalam Penyelenggaraan Perpustakaan Keliling oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v3i1.364Keywords:
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Perpustakaan Keliling, Whole of GovernmetAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan paradigma Whole of Government (WoG) dalam program Perpustakaan Keliling yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi dan wawancara mendalam. Data primer diperoleh melalui pengamatan selama pelaksanaan magang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, serta wawancara semi-terstruktur dengan Kepala Dinas dan pihak terkait. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka dari literatur yang relevan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam aspek WoG—koordinasi antar organisasi, sharing informasi, kapasitas organisasi, fleksibilitas organisasi, sarana dan prasarana, serta penganggaran—telah diterapkan dalam program Perpustakaan Keliling. Koordinasi yang baik dengan sekolah dan desa memastikan pelaksanaan program yang efektif, sementara komunikasi internal dan eksternal meningkatkan efisiensi operasional. Kapasitas organisasi didukung oleh SDM yang kompeten dan pelatihan khusus, sedangkan fleksibilitas organisasi diwujudkan melalui gaya kepemimpinan berbagi yang mendorong inovasi dan kolaborasi. Namun, kendala ditemukan pada aspek prasarana, seperti akses jalan dan koneksi internet di daerah terpencil, yang memengaruhi optimalisasi layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan WoG mendukung keberhasilan program Perpustakaan Keliling dalam meningkatkan literasi masyarakat, meskipun masih terdapat tantangan teknis yang perlu diatasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengelolaan program literasi berbasis komunitas dengan pendekatan WoG.
References
Anisa, A. R., Ipungkarti, A. A., & Saffanah, K. N. (2021). Pengaruh kurangnya literasi serta kemampuan dalam berpikir kritis yang masih rendah dalam pendidikan di Indonesia.
Herwina, W. (2020). Peningkatan minat membaca warga belajar melalui kampung literasi di pkbm Al-hidayah Tasikmalaya. Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah, 5(2), 112-121.
Komariyah, Y. (2006). Shared Leadership Sebagai Bagian Terintegritas Dalam Learning Organisation: Bisakah Kita Terapkan?. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 3(2), 03-03.
LAN-RI. (2017). Whole Of Government, Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta : LAN.
Rahmadanita, A. (2022). Rendahnya literasi remaja di Indonesia: masalah dan solusi. Jurnal Pustaka Ilmiah, 8(2), 55-62.
Shofaussamawati. (2014) Menumbuhkan Minat Baca dengan PengenalanPerpustakaan Pada Anak Sejak Dini. Libraria, Vol.2 No.1
Suhadhan, I., Widyawati, T. I., Chumeidi, A., & Santi, F. (2023). Peranan Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Literasi Masyarakat Di Provinsi Banten. Journal Publicuho, 6(3), 1055-1068.
Utami, larasati diah. (2021). Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah, Ranking 62 Dari 70 Negara.
Wibowo, B. (2022). Penerapan Whole of Government (wog) Dalam Penyiapan Penlok Pengadaan Tanah Kepentingan Umum Di Provinsi Jawa Tenga. Jurnal Good Governance, 18(1), pp 21-36
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Najla Syifa Maharani, Susi Hardjati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











