Kewajiban Asasi Manusia Sebagai Efektivitas Menuju Indonesia Emas 2045
DOI:
https://doi.org/10.61579/future.v3i1.324Keywords:
hak asasi manusia, kewajiban asasi manusia, masyarakatAbstract
Dalam konteks bernegara, entitas penguasa adalah mutlak. Penguasa sebagai pimpinan negara dan memiliki kesatuan dalam kekuasaan. Makna pimpinan negara adalah ia yang menjadi pimpinan tertinggi. Dalam ketatanegaraan di Indonesia, pimpinan negara adalah presiden. Mengacu pada pemikiran Rajendra Prasad bahwa presiden ialah seseorang yang sebelumnya memiliki kemampuan dalam hal kepemimpinan. Dukungan ini sejalan dengan bahwa presiden dalam sistem presidensial adalah puncak dari kepemimpinan. Apabila mengacu pada landasan filosofis Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU No. 39-1999) bahwa pengaruh Tuhan Yang Maha Esa menentukan manusia bersikap. Terdapat kemampuan dalam mengelola dan memelihara alam semesta Dimana Tuhan Yang Maha Esa sebagai pimpinan tertinggi. Di dalam kajian konseptual ini berfokus pada Pilar Pembangunan Indonesia 2045 Pemantapan Ketahanan Nasional Dan Tata Kelola Pemerintahan secara fokus pada Pembangunan hukum diarahkan bagi terwujudnya masyarakat berbudaya hukum. Di dalam penjelasan detail termaktub bahwa melalui penegakan hukum yang berkualitas dan berlandaskan hak asasi manusia, peningkatan kesadaran hukum Masyarakat, serta penguatan sistem hukum nasional melalui penataan regulasi. Pada tahun 2045, hukum warisan kolonial sudah digantikan seluruhnya olehhukum nasional. Muncul kompromi hukum dalam peningkatan kesadaran hukum mayarakat yang cenderung pada pemenuhan hak asasi manusia tanpa memuhi kewajiban asasi manusianya. Bagaimana negara Indonesia mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalu kewajiban asasi manusia? Kajian konseptual ini memberikan jawaban kewajiban asasi manusia di Indonesia tidak mendapatkan perhatian dari negara. Perhatian yaitu kecenderungan dalam pembuatan peraturan perundang-undangan yang mengatur perolehan hak asasi manusia. Pada akhirnya menjadikan ketidakpedulian masyarakat akan wujud tanggung jawab kepada negara yaitu dengan memenuhi kewajiban asasi manusianya.
References
A. Papakonstantinidis, L., & Storlund, V. (2024). A Social Contract with Humans and Nature Center Stage. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF MANAGEMENT SCIENCE AND BUSINESS ADMINISTRATION, 10(2), 28–40. https://doi.org/10.18775/ijmsba.1849-5664-5419.2014.102.1003
Alfarizi, A., & Zwiki, F. (2024). Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Pemilu Serentak di Indonesia. Advances In Social Humanities Research, 2(1), 83–91. https://doi.org/10.46799/adv.v2i1.159
Alrah, Z. (2022). KONTRAK SOSIAL DALAM PANDANGAN ROUSSEAU. Paradigma: Jurnal Kalam Dan Filsafat, 1(01). https://doi.org/10.15408/paradigma.v1i01.27289
Arfat, S. (2013). Globalisation and Human Rights: An Overview of its Impact. American Journal of Humanities and Social Sciences, 1(1). https://doi.org/10.11634/232907811301270
Aulia, M. A., Wanto, S., & Ismahani, S. (2022). Integrasi Pemikiran Lafran Pane Dalam Menyongsong Indonesia Emas. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 6(2), 127–137. https://doi.org/10.22437/jssh.v6i2.22900
Bahar, S. (2016). Konvensi Montevideo 1933 Sebagai Rujukan Struktural Bagi Proses Nation And State-Building Di Indonesia. In Jurnal Ketahanan Nasional (Vol. 12, Issue 2).
Blodgett-Ford, S. J. (2021). Human enhancements and voting: Towards a declaration of rights and responsibilities of beings. Philosophies, 6(1), 15–21. https://doi.org/10.3390/philosophies6010005
Davies, K., Adelman, S., Grear, A., Magallanes, C. I., Kerns, T., & Ravi Rajan, S. (2017). The declaration on human rights and climate change: A new legal tool for global policy change. Journal of Human Rights and the Environment, 8(2). https://doi.org/10.4337/jhre.2017.02.03
Douglas, H., & Branch, T. Y. (2024). The social contract for science and the value-free ideal. Synthese, 203(2). https://doi.org/10.1007/s11229-023-04477-9
Haitas, D. (2018). Shang Yang 商鞅 and Legalist 法家 Reform in the Ancient Chinese State of Qin 秦 . Lex Et Scientia, 1(Xxv).
Hakim, L., & Kurniawan, N. (2022). Membangun Paradigma Hukum HAM Indonesia Berbasis Kewajiban Asasi Manusia. Jurnal Konstitusi, 18(4). https://doi.org/10.31078/jk1847
Ippolito, D. (2023). The Legal Artifice of Liberty: On Beccaria’s Philosophy. Criminal Law and Philosophy. https://doi.org/10.1007/s11572-023-09686-4
Ismail, N. K., Azzahra, N. F., Pireno, F. H., Amanda, F. P., Dyana, J. S., & Wati, D. S. (2024). Kepastian Hukum dan Upaya Pertanggungjawaban Pemerintah Terhadap Perlindungan Hak Tanah Ulayat di Pulau Rempang. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik, Vol.2(2), 93–112.
Kariadi, K. (2020). Kekuasaan Kehakiman Dalam Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 “Saat Ini Dan Esokâ€. JUSTISI, 6(2). https://doi.org/10.33506/js.v6i2.971
Moncrieff, L. (2022). “Creabimus!” Creatively re-thinking the corporation and the social contract. European Law Open, 1(4), 914–956. https://doi.org/10.1017/elo.2023.12
Plessis, H. Du. (2019). Harmonising legal values and ubuntu: The quest for social justice in the south african common law of contract. Potchefstroom Electronic Law Journal, 22, 1–25. https://doi.org/10.17159/1727-3781/2019/v22i0a6457
Puspa, C. I. S., Rahayu, D. N. O., & Parhan, M. (2023). Transformasi Pendidikan Abad 21 dalam Merealisasikan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas 2045. Jurnal Basicedu, 7(5), 3309–3321. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i5.5030
RB Mqeke. (2023). PATRIARCHY AND THE BILL OF RIGHTS. Obiter, 25(1). https://doi.org/10.17159/obiter.v25i1.16518
Ruhenda, R., Heldi, H., Mustapa, H., & Septiadi, M. A. (2020). Tinjauan Trias Politika Terhadap Terbentuknya Sistem Politik dan Pemerintahan di Indonesia. Journal of Governance and Social Policy, 1(2), 58–69. https://doi.org/10.24815/gaspol.v1i2.18221
Schmitt, T. (2023). The Effects of Federalism, Corporatism and Legislative Power on Health System Transformation in Germany. German Politics. https://doi.org/10.1080/09644008.2023.2277778
Shreya Srivastava. (2023). A study on the role of lawyers in India’s freedom struggle and towards nation building. International Journal of Science and Research Archive, 10(1), 675–685. https://doi.org/10.30574/ijsra.2023.10.1.0796
Sofari, M. F. (2023). Tanggung Jawab Indonesia dalam Penanganan Covid-19 melalui Vaksinasi ditinjau dari Perspektif Hukum Internasional. Jurist-Diction, 6(1). https://doi.org/10.20473/jd.v6i1.43554
Sudrajat, S. A. (2022). Hak Asasi Manusia ( HAM ) sebagai Bentuk Kebijakan Politik dalam Pelaksanaan Perlindungan. Jurnal Agama Dan Sosial-Humaniora, 1(1).
Syuhada, O. (2023). Konsep Trias Politik dan Pelaksanaannya dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan, 14(2). https://doi.org/10.32493/jdmhkdmhk.v14i2.34945
Wicaksono, A. T., Nur, A. A., Mar’ah, S., & Huroiroh, E. (2023). Praktik Inkonstitusional Pemberhentian Hakim Konstitusi pada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Verfassung: Jurnal Hukum Tata Negara, 2(1), 1–24. https://doi.org/10.30762/vjhtn.v2i1.217
Widya, U. (2022). Pemberhentian Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Pasca Perubahan. Jurnal Lex Renaissance, 7(1), 194–208. https://doi.org/10.20885/jlr.vol7.iss1.art15
Yusro, M. (2018). Strategi Peningkatan Mutu Akreditasi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Memasuki Era Revolusi. Aptekindo, 3(peringkat 11).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tomy Michael

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











