Optimalisasi Campuran Aspal Porus Melalui Substitusi Limbah Ban Kendaraan Terhadap Parameter Marshall

Authors

  • Kumita Jurusan Teknik Sipil, Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh, Indonesia
  • Idayani Jurusan Teknik Sipil, Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh, Indonesia
  • Deni Iqbal Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Lhokseumawe, Indonesia
  • Muhammad Ikhsan Jurusan Teknik Sipil, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/mikhayla.v3i1.837

Keywords:

Ban Dalam Bekas, Aspal Porus, Parameter Marshall

Abstract

Perkerasan jalan merupakan infrastruktur penting yang berfungsi mendukung mobilitas dan aktivitas transportasi. Salah satu jenis perkerasan lentur yang banyak digunakan adalah aspal porus, karena memiliki rongga udara tinggi yang mampu menyerap air dan mengurangi genangan di permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ban dalam bekas sepeda motor terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal porus serta menentukan kadar substitusi yang paling optimum sesuai spesifikasi AAPA (2004). Pemilihan campuran aspal porus didasari oleh sifatnya yang memiliki rongga udara tinggi (void) sehingga mampu menyerap air dan mengurangi genangan di permukaan jalan, namun kelemahannya terletak pada stabilitas yang relatif rendah terhadap beban lalu lintas berat. Oleh karena itu, dilakukan inovasi dengan menambahkan ban dalam bekas sebagai aspal panas untuk meningkatkan stabilitas sekaligus memanfaatkan limbah karet yang sulit terurai di lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2025 di Laboratorium Perkerasan Jalan Universitas Almuslim menggunakan metode uji Marshall dengan variasi kadar substitusi ban dalam bekas sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan nilai stabilitas seiring bertambahnya kadar substitusi, dengan nilai tertinggi sebesar 1178 kg pada kadar 4%. Nilai flow meningkat dari 2,2 mm menjadi 3,0 mm, VIM sedikit menurun dari 19% menjadi 16%, dan MQ meningkat dari 383 kg/mm menjadi 398 kg/mm. Seluruh parameter tersebut masih memenuhi spesifikasi AAPA (2004). Berdasarkan hasil tersebut, kadar substitusi 4% adalah nilai paling optimum karena menghasilkan keseimbangan terbaik antara stabilitas, kelelehan (flow), dan rongga udara (VIM). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ban dalam bekas berpotensi meningkatkan performa aspal porus sekaligus mendukung penerapan teknologi perkerasan jalan yang ramah lingkungan.

References

AAPA. Australian Asphalt Pavement Association. (2004). Open Graded Asphalt Design Guide, Australian.

Fauzi, A., dkk. (2022). Pemanfaatan Limbah Ban Bekas sebagai Bahan Campuran Aspal untuk Meningkatkan Kinerja Perkerasan Jalan. Jurnal Teknik Sipil Indonesia, 9(2), 115–123.

Haryanto, B. (2020). Analisis Karakteristik Aspal Porus terhadap Daya Serap Air dan Ketahanan Lalu Lintas. Jurnal Rekayasa Transportasi, 7(1), 45–53.

Idayani, Idayani, and Mikram Syakir (2022). "Pengaruh Penggunaan Abu Bata Merah Sebagai Filler Pada Aspal Porus Terhadap Karakteristik Marshall.

Sukirman, S. (2019). Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova

Downloads

Published

2026-01-15

How to Cite

Kumita, Idayani, Iqbal, D., & Ikhsan, M. (2026). Optimalisasi Campuran Aspal Porus Melalui Substitusi Limbah Ban Kendaraan Terhadap Parameter Marshall. MIKHAYLA : Journal of Advanced Research, 3(1), 9–19. https://doi.org/10.61579/mikhayla.v3i1.837

Issue

Section

Physical, Chemical Science, Engineering & Media Technology