Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Briket Sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Authors

  • Anisa Rahma Kurniawati Universitas Sebelas Maret
  • Brillian Hilda Kusuma Agustin Universitas Sebelas Maret
  • Fadhil Hakim Muchlis Universitas Sebelas Maret
  • Aisam Ulhakqi Universitas Sebelas Maret
  • Bulan Kurnia Putri Yanko Universitas Sebelas Maret
  • Fauzy Nur Fuady Universitas Sebelas Maret
  • Ibnu Akbar Athijani Universitas Sebelas Maret
  • Naditha Ayu Chaireza Universitas Sebelas Maret
  • Putri Meilia Sani Universitas Sebelas Maret
  • Stefanie Anindya Pradani Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.61579/beujroh.v4i3.989

Keywords:

Corn cob waste, Briquette, Community empowerment, Packaging, Marketing strategy

Abstract

Corn cob waste is often left unused in rural areas, including in Kerjo Lor Village, Wonogiri, where it is generally discarded or burned despite its potential to be processed into briquettes with economic value. This community service program aimed to enhance the community's knowledge and skills in processing corn cob waste into quality briquettes, as well as equipping them with packaging and marketing strategies to strengthen product competitiveness and economic independence. The program was carried out through two interconnected activities involving 30 participants in Dusun Jatimerto RT 01: Charcoal Production Training from Corn Cob (Briquette) and Product Competitiveness Strengthening Training through Packaging and Marketing Strategy. Implementation followed five stages: pre-test, material delivery, hands-on practice in carbonization, printing, packaging, and marketing, discussion, and post-test. Results showed a significant increase in participants' understanding across all measured aspects, with the overall average score rising from 1.82 to 3.71. The highest improvement occurred in briquette-making skills, followed by selling-price calculation, packaging, and branding-marketing aspects. These findings indicate that integrating production training with packaging and marketing strengthening effectively improves community capacity to develop corn cob briquettes (JABRIQ) as a sustainable, income-generating local product.

References

Barkah, F. N., Pratama, A. O. S., & Lestari, L. D. (2025). Optimalisasi limbah bonggol jagung untuk pangan: Kontribusi terhadap zero waste dan keberlanjutan. Sakalima, 2(1). https://doi.org/10.70211/sakalima.v2i1.204

Fitriani, A. (2023). Pemberdayaan kelompok tani Desa Semanggi dalam pemanfaatan limbah pertanian berupa janggel jagung menjadi briket. Prapanca, 3(2). https://doi.org/10.37826/prapanca.v3i2.575

Haluti, S., & Hantoro, R. (2015). Pemanfaatan potensi limbah tongkol jagung sebagai briket arang melalui proses karbonisasi di wilayah Provinsi Gorontalo. Jurnal Technopreneur (JTech), 3(1), 8–11. https://doi.org/10.30869/jtech.v3i1.16

Huda, A. A., Karyanik, Jinwantara, F. A., Suhairin, Faruq, A., Malik, N., Anggarwati, N., Purnawirawan, I., & Hakim, A. (2024). Pelatihan pembuatan briket arang limbah bonggol jagung untuk meningkatkan pendapatan usaha masyarakat Desa Mesanggok Lombok Barat. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(3), 2883–2892. https://doi.org/10.31764/jmm.v8i3.23312

Kartasasmita, G. (1996). Pembangunan untuk rakyat: Memadukan pertumbuhan dan pemerataan. Pustaka Cidesindo.

Katiandagho, A. C., Jaya, A. H., & Adda, H. W. (2023). Pemanfaatan limbah tongkol jagung melalui pembuatan briket sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Sibalaya Selatan. Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(1), 138–145. https://doi.org/10.58192/karunia.v2i1.697

Muga, M. P. L., Kadji, R., Ray, A. R., Arthana, I. K., & Ekasari, J. C. (2025). Pembuatan briket dengan pemanfaatan limbah pertanian bonggol jagung sebagai energi alternatif terbarukan. JPKM, 6(4). https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7220

Muhibbulloh, M. Z., Putra, D. A., Anikmah, & Fidiyanti, F. (2025). Upaya pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif di Desa Jadi Semanding Tuban. Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(5), 526–532. https://doi.org/10.58184/mestaka.v4i5.755

Nurudin, A., Kisworo, B., Badawi, Gusman, T. A., & Bachtiar, I. V. (2024). Sosialisasi pemanfaatan limbah bonggol jagung untuk pembuatan briket di Desa Cipeundeuy. DedikasiMU (Journal of Community Service), 6(4). https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v6i4.8282

Salihi, I., Zohrahayaty, Santoso, B., Dunggio, S., Sakir, M., & Solikahan, E. Z. (2023). Pembuatan briket dari limbah bongkol jagung di Desa Bondawuna Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Empiris: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 1(1), 32–39. https://doi.org/10.59713/EJPPM.v1i1

Sumodiningrat, G. (2000). Pemberdayaan masyarakat dan jaring pengaman sosial. Gramedia Pustaka Utama

Downloads

Published

2026-10-10

How to Cite

Kurniawati, A. R., Agustin, B. H. K., Muchlis, F. H., Ulhakqi, A., Yanko, B. K. P., Fuady, F. N., … Pradani, S. A. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Briket Sebagai Produk Bernilai Ekonomi. Beujroh : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Pada Masyarakat, 4(3), 614–628. https://doi.org/10.61579/beujroh.v4i3.989