“Gerakan Peduli Kesehatan Lingkungan”: Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamnga dalam Pengendalian Jentik Nyamuk melalui Pemanfaatan Ikan Cere (Mosquitofish)
DOI:
https://doi.org/10.61579/beujroh.v3i3.657Keywords:
Kesehatan lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, Ikan cere, jentik nyamuk, vektor penyakitAbstract
Gerakan Peduli Kesehatan Lingkungan: Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamnga dalam Pengendalian Jentik Nyamuk melalui Pemanfaatan Ikan Cere merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit berbasis vektor, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), melalui pemanfaatan ikan cere (Gambusia affinis) sebagai predator alami larva nyamuk. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lamnga, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan secara ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, pelatihan pemeliharaan ikan cere, aksi bersih lingkungan, serta penebaran ikan cere pada lokasi rawan jentik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai metode pengendalian nyamuk berbasis ekologi, tersedianya populasi ikan cere di tempat penampungan air, serta berkurangnya lokasi perkembangbiakan jentik nyamuk. Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dan menjadikan Desa Lamnga sebagai contoh desa mandiri dalam pengendalian vektor penyakit.
References
Andriani, R., Fajriani, N., & Rahmat, A. (2022). Potensi ikan kepala timah (Aplocheilus panchax) sebagai agen biokontrol vektor nyamuk di Pulau Bangka. Jurnal Sains Akuatik dan Perikanan Indonesia, 1(2), 45–52.
Han., W. W., Lazaro A., McCall P. J., George L., Runge‐Ranzinger S., Toledo J., Horstick O. (2015). Efficacy and community effectiveness of larvivorous fish for dengue vector control. Tropical Medicine & International Health, 20(9), 1239-1256.
Hartati. (2016). Uji kemampuan ikan manfish (Pterophyllum altum), ikan cupang (Betta splendens), dan ikan cere (Gambusia affinis) sebagai predator larva Aedes aegypti dalam upaya penanggulangan DBD. Prosiding Pendidikan Dokter, Universitas Islam Bandung.
Lesmana O., Halim R. (2020). Gambaran tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Kenali Asam Bawah Kota Jambi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Jambi, 4(2), 76–84.
Pratama, Nurdin A., Amna N., Diara S., Miranda D., & (2023). Penyuluhan kepada masyarakat tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Bak Buloh, Aceh Besar. Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat, 2(1), 45–52.
Putri, D. A., Suryani, T., & Rahmat, H. (2021). Potensi ikan lele sebagai sumber protein dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 14(2), 102-113.
Rahman, A., Yani, A., & Nur, F. (2020). Efektivitas ikan cupang (Betta splendens) berbagai ukuran sebagai predator larva Aedes aegypti. Jurnal Media Kesehatan, 12(1), 33–39.
Rulita, M., Handayani, L., Syaputra F., & Sari M. (2023). Gerakan Tebar Lele: Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD melalui pemanfaatan ikan lele sebagai predator larva nyamuk. Jurnal Beujroh: Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 85–94.
Setyowati, D., Astuti, W., & Nugroho, S. (2021). Pemanfaatan ikan sepat (Trichogaster trichopterus) dalam pengendalian larva vektor DBD di Bantul, Yogyakarta. Jurnal Abdi Masyarakat, 5(1), 12–19.
Wahyudi, A., Pratama, H., & Sari, M. (2021). Perbandingan efektivitas ikan koi (Cyprinus carpio), nila (Oreochromis niloticus), dan betok (Anabas testudineus) sebagai predator larva Aedes aegypti. Tesis. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rizqiyatul Fardila Putri Putri, Mira Atul Hayati Mira, Said Muhazzir, Arif Khan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







