PENYULUHAN TEKNIK RELAKSASI UNTUK MENCEGAH DAMPAK LANJUT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU MACANAN KEBAKKRAMAT

Authors

  • Muhammad Dhaffa Karyanto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Griska Mutiara Kartika Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Adel Restasia Cinta Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Arif Pristianto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Wahyu Tri Sudaryanto Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.61579/beujroh.v1i1.22

Keywords:

Edukasi, Penyuluhan, Teknik Relaksasi, Hipertensi, Lansia

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, dengan perkiraan 9,4 juta kematian pada tahun 2014. Di Indonesia, tingkat kejadian hipertensi mengalami peningkatan signifikan, mencapai 34,1% pada tahun 2018 dibandingkan dengan 25,8% pada tahun 2013 Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran berlangsung lima menit dalam keadaan istirahat. Gejala-gejala hipertensi dapat mencakup sakit kepala, pusing, detak jantung yang cepat, kelelahan, penglihatan kabur, tinnitus, dan mimisan. Untuk meningkatkan mengatasi kejadian kasus hipertensi, Puskesmas telah melakukan berbagai tindakan, termasuk terapi farmakologi, penyuluhan tentang pola makan rendah garam, dan pemeriksaan berkala melalui program prolanis. Selain itu, penggunaan teknik relaksasi otot progresif juga menjadi pilihan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi. Teknik relaksasi otot progresif adalah metode relaksasi otot yang bertujuan mencapai relaksasi dan mengurangi ketegangan tanpa bergantung pada kemampuan berimajinasi, tingkat kesabaran, atau sugesti. Metode ini melibatkan pengencangan otot secara perlahan dan kemudian melepaskan ketegangan secara berurutan, dimulai dari otot jari kaki hingga kepala. Studi ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan menjalankan program pengabdian masyarakat menggunakan Teknik relaksasi otot progresif untuk membantu menurunkan tingkat hipertensi.

References

Balitbangkes RI. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf. In Lembaga Penerbit Balitbangkes.

Fakhriyah, F., Athiyya, N., Jubaidah, J., & Fitriani, L. (2021). Penyuluhan Hipertensi Melalui Whatsapp Group Sebagai Upaya Pengendalian Hipertensi. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 435. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i2.4479

Fitri, Ihsan, H. M., & Ananda, S. H. H. (2022). Hubungan Konsumsi Natrium dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Lingkungan Lemo-Lemo, Kabupaten Bombana. 1 Jurnal Gizi Ilmiah (Jgi), 9, 1–7.

Global Burden of Disease Study 2017. (2017).

Herawati, I., Salimah, D. A., Zulaeka, N., Putri, L., Alfina, R., & Pristianto, A. (2021). PENINGKATAN KEBUGARAN FISIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POSYANDU MENUR X KARTASURA. Abdimas Indonesia, 1(2), 26–32. https://dmi-journals.org/jai/article/view/226

Nurman, M. (2017). Efektifitas Antara Terapi Relaksasi Otot Progresif Dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Pulau Birandang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Timur Tahun 2017. Jurnal Ners, 1(2), 108–126. https://doi.org/10.31004/jn.v1i2.122

Pristianto, A., Atiningsih, L., Faradilla, A., Khoirunnisa, A., & Kartika, G. M. (2023). Edukasi Teknik Breathing Exercise untuk Mengatasi Hipertensi pada Lansia. JURNAL ABDIMAS PeKA Pristianto, Dkk, 6(1). https://doi.org/10.33508/peka.v6i1.4138

Rahayu, S. M., Hayati, N. I., & Asih, S. L. (2020). Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi. Media Karya Kesehatan, 3(1), 91–98. https://doi.org/10.24198/mkk.v3i1.26205

Sinarsari, N. M. (2020). Yoga Gembira Bagi Lansia Hipertensi. Jurnal Yoga Dan Kesehatan, 3(1), 99. https://doi.org/10.25078/jyk.v3i1.1518

Sugita, R. N., Syaharani, A. B., Irawan, N. E., Attariq, F. Z., & Mirawati, D. (2022). Penerapan Slow Deep Breathing Exercise Sebagai Upaya Pencegahan Peningkatan Hipertensi Di Kecamatan Jebres Surakarta. Empowerment Journal, 2(2), 32–37.

Suib, S., & Mahmudah, A. M. (2022). Penyuluhan Hipertensi Dan Slow Deep Breathing Untuk Menurunkan Hipertensi Pada Lansia Di Bpstw Unit Budi Luhur Yogyakarta. GEMAKES Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 31–37. https://doi.org/10.36082/gemakes.v2i1.544

Widari, N. P., & Erika, U. P. (2018). Teknik relaksasi autogenik dan relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Ilmu Keperawatan Respati, 4(2), 68–79.

Downloads

Published

2023-10-03

How to Cite

Muhammad Dhaffa Karyanto, Griska Mutiara Kartika, Adel Restasia Cinta, Arif Pristianto, & Wahyu Tri Sudaryanto. (2023). PENYULUHAN TEKNIK RELAKSASI UNTUK MENCEGAH DAMPAK LANJUT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU MACANAN KEBAKKRAMAT. Beujroh : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Pada Masyarakat, 1(1), 52–62. https://doi.org/10.61579/beujroh.v1i1.22