Pengelolaan Daun Tarung Sebagai Ekstrak Pewarna Alami Sarung Masyarakat Suku Kajang
DOI:
https://doi.org/10.61579/kirana.v1i3.166Keywords:
Pengelolaan, Daun Tarung, Hitam, Suku KajangAbstract
Penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil, khususnya di kalangan masyarakat tradisional, semakin mendapatkan perhatian. Salah satu sumber pewarna alami yang banyak digunakan adalah daun tarung (Lantana camara), yang dikenal oleh masyarakat Suku Kajang di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengelolaan daun tarung sebagai ekstrak pewarna alami untuk sarung, serta dampaknya terhadap keberlanjutan budaya dan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan ada empat proses pengelolaan daun Tarung yaitu (1). Proses Awal Pengambilan Daun tarung, (2). Proses Pencampuran dan Perendaman, (3). Pewarnaan, dan (4) Fhinising Aplikasi memenung. Selanjutnya ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan daun tarung tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi masyarakat, tetapi juga melestarikan tradisi pewarnaan alami yang telah ada sejak lama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan produk tekstil ramah lingkungan serta mendorong pelestarian budaya lokal.
References
Alfira, E., Agustang, A., & Syukur, M. (2023). Dinamika Perkembangan Zaman Yang Terjadi Pada Sistem Kepercayaan Pada Masyarakat Adat Ammatoa Kajang (Studi Kasus Pada Masyarakat Kajang Dalam Dan Kajang Luar). JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 7(3), 2230–2243. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.5302/http
Arhamullah, Abdi, & Fatmawati. (2022). Strategi Dinas Kehutana Provinsi Sulawesi Selatan dalam Mengatasi Alih Fungsi Hutan di Wilayah Kabupaten Gowa. Journal of Public Policy and Management, 4(1), 18–23.
Hukum, P., Konsumen, T., Mayang, E., & Htp, S. (2021). MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA ( Studi Badan Pengawas Obat dan Makanan Medan ) SKRIPSI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN 2021 MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA ( Studi Badan Pengawas Obat dan Makanan Medan ) SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk.
Koswara, S. (2009). Pewarna Alami: Produksi dan Pengolahannya. EBookPangan, 1–36. http://tekpan.unimus.ac.id/wp-content/uploads/2013/07/PEWARNAALAMI.pdf
Larekeng, S. H., Nasri, N., Hamzah, A. S., Nursaputra, M., Mujetahid, A., Supratman, S., KS, M. A., & Asriyanni, A. (2022). Pemetaan Potensi Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Kearifan Lokal Suku Kajang. Jurnal Pengabdian Dharma Wacana, 3(2), 179–193. https://doi.org/10.37295/jpdw.v3i2.302
Mahdi, I., Mau, M., & Arianto, A. (2023). The Meaning of Traditional Clothing of the Kajang People, Bulukumba Regency (Ethnographic Study of Communication). Edunity Kajian Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(6), 698–709. https://doi.org/10.57096/edunity.v2i6.99
Market, H. (2024). Exploring Urban Ethnobotany : A Case Study of Medicinal Plants Traded in Gede. 8(April), 6839–6851.
Miryanti, Y. A., Sapei, L., Budiono, K., & Indra, S. (2011). EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN DARI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.). Research Report - Engineering Science, 2. https://doi.org/Bandung: Universitas Katolik Parahyangan
Nusran, M., Parakkasi, I., Siri, R., & Anshar, M. (n.d.). NONPF. (2018). No Titleااااا. مجلة جامعة كركوك للدراسات الانسانية, 7, 1–25.
Putri, F. G., & Novrita, S. Z. (2024). Proses Pembuatan Ekstrak Warna Alam di Rumah Batik Jajak Lilin Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga , Universitas Negeri Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 10366–10378. https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/13929%0Ahttps://www.jptam.org/index.php/jptam/article/download/13929/10770
Rosyida, A., & Zulfiya, A. (2013). Pewarnaan Bahan Tekstil dengan Menggunakan Ekstrak Kayu Nangka dan Teknik Pewarnaannya untuk Mendapatkan Hasil yang Optimal. 7(2), 52–58.
Setiyani, & Yulistiana. (2023). Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Sebagai Pewarna Alami Pada Kain Katun. E-Journal Edisi Yudisium, 12(1), 2–9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Emil Fatra, Thiara Tri Funny Manguma
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.