Modal Sosial Dalam Memperdayakan Kesadaran Kolektif di Gampong Sipot

Authors

  • Winda Arisky Program Studi Sosiologi, Fakulitas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Fadila Madina Program Studi Sosiologi, Fakulitas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Ainun Zariati Program Studi Sosiologi, Fakulitas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Nirja Putra Program Studi Sosiologi, Fakulitas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia
  • Yoniel Kobogau Program Studi Sosiologi, Fakulitas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61579/sagita.v4i1.768

Keywords:

Modal sosial, kesadaran kolektif, pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan desa, Gampong sipot

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam memberdayakan kesadaran kolektif masyarakat Gampong Sipot, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perangkat gampong, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Gampong Sipot memiliki modal sosial yang kuat, ditandai oleh ikatan kekeluargaan, nilai gotong royong, partisipasi dalam kegiatan keagamaan, serta peran lembaga adat dalam pengambilan keputusan lokal. Modal sosial tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Namun, kesadaran kolektif yang ada belum sepenuhnya diimbangi oleh kapasitas pengelolaan program yang memadai, terutama dalam aspek sumber daya manusia dan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan sinergi kelembagaan agar modal sosial dapat dioptimalkan sebagai dasar pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.

References

Albab, U., Kurniawan, D., Yuniarti, Y., Yuliana, N. A., & Dewi, C. K. (2024). Sosialisasi peran penting masyarakat dalam mewujudkan birokrasi bersih dan anti korupsi melalui kesadaran kolektif di Desa Landbaw Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus. Harmoni Sosial: Jurnal Pengabdian Dan Solidaritas Masyarakat, 1(4), 67–75.

Alfiansyah, R. (2023). Modal sosial sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 10(1), 41–51.

Amalia, Y. (2023). Peran kebudayaan dalam pembentukan kesadaran sosial dan lingkungan. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1(1), 9–18.

Anggraeni, D., & Abdullah, Z. (2025). STRATEGI KARANG TARUNA JABAL NOOR DALAM MEMBANGUN KESADARAN KOLEKTIF PEMUDA UNTUK MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI RT 09 KELURAHAN SIDODADI.

Riki Kamel Rio, R. (2024). PENGUATAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS (KETERAMPILAN PANDAI BESI PEMUDA) DI DESA TERATAK KECAMATAN RUMBIO JAYA KABUPATEN KAMPAR. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Shaleh, M. Y. (2020). Peran Modal Sosial Dan Partisipasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Universitas Negeri Makasaar.

Warta, J., & Vol, G. (n.d.). Modal sosial : 1(1), 59–72.

Downloads

Published

2026-01-07

How to Cite

Arisky, W., Madina, F., Zariati, A., Putra, N., & Kobogau, Y. (2026). Modal Sosial Dalam Memperdayakan Kesadaran Kolektif di Gampong Sipot . Sagita Academia Journal, 4(1), 11–18. https://doi.org/10.61579/sagita.v4i1.768